Event

Giri Choco, Tradisi Valentine Jepang yang Dikecam Perempuan

Seperti apa tradisi Valentine ini?

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi Cokelat (Pixabay/congerdesign)
Ilustrasi Cokelat (Pixabay/congerdesign)

Guideku.com - Valentine normalnya identik dengan acara memberi cokelat. Bahkan, cokelat bisa dibilang sudah menjadi bagian dari tradisi Valentine.

Meski begitu, tradisi memberikan cokelat saat hari kasih sayang ternyata tidak selamanya romantis.

Hal itulah yang terjadi pada tradisi Valentine Jepang bernama giri choco ini. Secara harfiah, giri choco sendiri berarti ''cokelat wajib''.

Ya, entah dimulai sejak kapan, kaum perempuan di Jepang rupanya terikat tradisi di mana mereka harus membagi-bagikan cokelat.

Seperti dikutip Guideku.com dari The Guardian, perempuan diharuskan membeli cokelat untuk semua teman laki-laki di kantor setiap Valentine tiba.

Ilustrasi Memberi Cokelat (Pexels/Engin Akyurt)
Ilustrasi Memberi Cokelat (Pexels/Engin Akyurt)

 

Di sisi lain, laki-laki hanya diminta untuk membelikan cokelat pada tanggal 14 Maret atau hari White Day untuk membalas perasaan si perempuan.

Hal ini tentunya menuai kritikan, terlebih karena banyak yang menganggap kalau praktek giri choco ini adalah bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

Untung saja, beberapa kantor dan perusahaan di Jepang kini mulai melarang praktek giri choco di kalangan pekerja.

''Sebelum ini, kami harus mengkhawatirkan berapa banyak uang yang harus kami habiskan untuk membeli cokelat dan siapa saja yang harus kita beri,'' ucap salah seorang pekerja.

Ilustrasi Cokelat (Pixabay/PublicDomainPictures)
Ilustrasi Cokelat (Pixabay/PublicDomainPictures)

 

Di Jepang sendiri, tradisi memberi cokelat saat Valentine sudah lama dianggap sebagai sesuatu yang komersial dan dapat dimanfaatkan produsen cokelat.

Tak heran, pada akhirnya banyak yang mengkritik dan mengecam tradisi giri choco ini karena merepotkan pihak perempuan.

Beberapa produsen cokelat pun kini sudah mengganti strategi marketing mereka agar tidak mendukung tradisi giri choco lagi.

''Hari Valentine adalah saat ketika orang-orang menyatakan perasaan mereka yang sebenarnya, bukan menjaga hubungan di tempat kerja,'' begitu tulis salah satu iklan cokelat yang menolak tradisi giri choco.

Berita Terkait

Berita Terkini