Event

Dari Perut hingga Penis, Menyimak 4 Festival Unik di Jepang

Jepang nan kaya inovasi dan ide-ide cemerlang.

Rauhanda Riyantama | Aditya Prasanda

(Wikimedia KKPCW)
(Wikimedia KKPCW)

Guideku.com - Bukan Jepang namanya jika tak menghadirkan beragam hal unik yang sulit ditemukan padanannya di negara lain. Dari beragam inovasi teknologi hingga seni dan budaya, tak terkecuali festival kebudayaan di Negeri Matahari Terbit.

Guideku.com mencatat empat festival unik yang diadakan rutin setiap tahunnya di Jepang. Apa saja?

Festival Perut Hokkai Heso Matsuri

(Instagram Syen Travelogue)
(Instagram Syen Travelogue)

 

Digelar sejak tahun 1969, festival perut, Hokkai Heso Matsuri merupakan salah satu pagelaran tahunan yang paling dinanti di Kota Furano, Hokkaido, Jepang.

Saat festival ini berlangsung, sekitar 4.000 penari akan membanjiri jalanan Furano selama dua hari.

Di perut para penari, aneka warna lukisan Zubara dengan ekspresi wajah nan lucu tersemat.

Para penari akan menutup kepala mereka, sehingga penonton akan berfokus melihat geliat perut yang diwarnai, dan tangan imitasi di pinggang mereka persis tokoh animasi khas Jepang.

Festival ini akan berlangsung pada 28-29 Juli 2019.

Festival Api Abare Matsuri

Sebagai wujud terima kasih pada para dewa, penduduk Noto di Jepang merayakan festival api Abare Matsuri.

Pagelaran yang diadakan turun temurun sejak 350 tahun lalu ini juga menandakan datangnya musim panas di Noto.

Saat festival ini berlangsung, penduduk setempat akan mengarak 40 kuil portable dan lampion raksasa untuk kemudian dihancurkan dan dibakar.

Festival ini akan berlangsung pada 5-6 Juli 2019.

Festival Penis Kanamara Matsuri

(Wikimedia Saya M)
(Wikimedia Saya M)

 

Festival yang menampilkan beragam replika berbentuk alat kelamin pria ini diinisiasi kuil Kanayama.

Beragam replika, gambar dan aksesori berbentuk penis menyaru pada kuil portable, beragam dekorasi hingga makanan.

Festival ini akan berlangsung pada 7 April 2019.

Festival Rubah Fox Fire Festival

Arak-arakan sepasang pengantin beriaskan lukisan wajah seekor rubah mengelilingi kota Furukawa.

Di sekitar mereka, para penari berkostum ala rubah turut mengiringi bersama warga yang tampak antusias memadati jalannya upacara tahunan yang rutin diadakan setiap akhir September tersebut.

Konon, setiap mata yang menyaksikan upacara pernikahan pasangan rubah akan diberkahi beragam kebaikan.

Berita Terkait

Berita Terkini