Food

Heboh, Kampanye Anti Halal Diluncurkan di Negara Ini

Apakah wisatawan muslim akan jadi kesulitan dapatkan makanan halal?

Dany Garjito | Arendya Nariswari


Ilustrasi wilayah Xinjiang di Cina. (Pixabay)
Ilustrasi wilayah Xinjiang di Cina. (Pixabay)

Guideku.com - Belum lama ini dunia dihebohkan dengan kampanye anti halal di Cina.

Kampanye ini resmi diluncurkan di wilayah Xinjiang yang merupakan tempat tinggal suku Uighur.

Sebagian besar muslim Cina tinggal di wilayah Uighur ini.

Bukan tanpa alasan, kampanye ini dilakukan Cina dengan tujuan menghentikan ekstremisme dan memasukkan sekularisme pada warga Uighur.

Ilustrasi wilayah Xinjiang di Cina. (Pixabay)
Ilustrasi wilayah Xinjiang di Cina. (Pixabay)

 

Yang bikin publik makin geram nih, travelers, Pada Senin 8/10/18) salah satu pemimpin Partai Komunis Cina bahkan bersumpah akan melawan usaha penduduk Uighur untuk mendapatkan produk halal.

Di zaman yang serba cepat ini, berita pernyataan pemimpin Partai Komunis tersebut kemudian menyebar lewat media sosial WeChat.

Menuai kontroversi, Cina sempat mendapatkan kritik dari pemerintah negara lain dan persatuan pembela hak asasi manusia.

Mereka menganggap Cina sangat kejam karena memberikan tekanan kepada warga muslim di Xinjiang.

Dikabarkan pula, Cina telah menangkap kurang lebih satu juta muslim di Uighur.

Ilustrasi wilayah Xinjiang di Cina. (Pixabay)
Ilustrasi wilayah Xinjiang di Cina. (Pixabay)

 

Dilansir dari laman asia one, Cina sempat membantah terkait kasus pelanggaran hak asasi muslim di Xinjiang tersebut.

Mereka menyatakan penangkapan yang dilakukan semata-mata hanya untuk mencegah ekstremisme.

Sesungguhnya Cina membebaskan rakyatnya dalam memeluk agama apapun, namun pengawasan yang dilakukan pemerintah terhadap kaum minoritas semakin diperketat.

Bahkan agama menjadi salah satu hal yang diawasi oleh pemerintah.

Itu tadi sedikit informasi tentang Cina luncurkan kampanye anti halal di kawasan Xinjiang. Semoga permasalahan ini segera terselesaikan ya, travelers.

Peace!

Berita Terkait

Berita Terkini