Food

Dengan Freeganism, Daniel Cuma Habis Rp 100 Ribu Untuk Makan Setahun

Kalau kamu, 100 ribu buat makan berapa hari?

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi Makan (Pixabay/fancycrave1)
Ilustrasi Makan (Pixabay/fancycrave1)

Guideku.com - Baru-baru ini, seorang pria asal Singapura yang berprofesi sebagai financial planner menjadi bahan obrolan karena mengaku hanya membutuhkan 8 dolar atau 100 ribu untuk makan setahun.

Ya, terlepas dari dirinya yang memiliki pekerjaan tetap dan mahalnya harga barang di Singapura, pria bernama Daniel Tay ini tetap bisa hidup hemat.

Dilansir lewat laporan laman Cleo, diketahui jika Daniel Tay ini adalah penganut gaya hidup freeganism.

Daniel Tay sendiri mengatakan jika salah satu caranya hidup hemat adalah dengan mencari makanan sisa dari sampah atau dumpster diving. Namun, Daniel Tay tidak mau disamakan dengan pemulung.

Fyi, freegan adalah seseorang yang menolak konsumerisme dan meminimalkan sampah untuk membantu lingkungan.

Daniel Tay, Pria yang Buktikan 100 Ribu Cukup Untuk Makan Setahun (youtube.com/CNM NM4883D)
Daniel Tay, Pria yang Buktikan 100 Ribu Cukup Untuk Makan Setahun (youtube.com/CNM NM4883D)

Namun, menurut Daniel Tay, freegan adalah seseorang yang menghabiskan sedikit mungkin uang karena mencoba mendapatkan semuanya secara gratis.

Gaya hidup Daniel Tay ini sendiri bermula ketika dia mengikuti sebuah pertemuan dan bertemu seseorang yang hanya menghabiskan 100 dolar atau 1,4 juta sebulan.

Hal ini tentu membuat Daniel terkejut karena biasanya warga Singapura butuh 1.500 dolar per bulan atau 21 juta untuk biaya hidup.

Dari sanalah, Daniel Tay pun mulai belajar gaya hidup freeganism. Hal pertama yang dilakukannya adalah memita tetangganya untuk memberikan makanan sisa.

Daniel Tay, Pria yang Buktikan 100 Ribu Cukup Untuk Makan Setahun (youtube.com/CNM NM4883D)
Daniel Tay, Pria yang Buktikan 100 Ribu Cukup Untuk Makan Setahun (youtube.com/CNM NM4883D)

''Sekarang aku bangun dan mendapati makanan di depan pintuku setiap pagi,'' ujar Daniel.

Bahkan, Daniel mengaku dia tak merasa malu karena tetangganya malah senang bisa memberikan makanan sisa alih-alih membuangnya.

Selain makanan dari tetangga, Daniel pun juga melakukan dumpster diving atau mengambil sisa makanan yang masih layak dari tempat sampah.

Menurutnya, hal ini cukup mudah dilakukan di Singapura karena banyak makanan dan sayuran di tempat sampah masih dalam keadaan baik.

Daniel Tay sendiri berkata jika dia bangga dengan gaya hidupnya saat ini dan dia tak perlu khawatir soal uang. Tak hanya itu, Daniel Tay juga bisa mengambil lebih banyak istirahat dari waktu kerjanya.

Kamu tertarik juga mencoba gaya hidup super irit seperti Daniel Tay ini?

Berita Terkait

Berita Terkini