Food

4 Minuman dengan Pengolahan Ekstrem di Asia, Ada yang dari Kotoran Manusia

Ngeri-ngeri sedap.

Angga Roni Priambodo | Aditya Prasanda

Ilustrasi minuman (Pexels/Lukas)
Ilustrasi minuman (Pexels/Lukas)

Guideku.com - Ada begitu banyak sajian kuliner dengan proses pengolahan yang ekstrem. Tak terkecuali empat minuman di Asia yang diolah dari kotoran hewan hingga manusia berikut. Apa saja?

Teh hijau dari kotoran panda di Cina

Ilustrasi panda. (Pexels/Cesar Aguilar)
Ilustrasi panda. (Pexels/Cesar Aguilar)

 

Konon teh hijau yang dicampur kotoran panda ini mengandung antioksidan tinggi.

Laporan SBC menyebut kandungan vitamin dan mineral dalam teh hijau yang dicampur bersama kotoran panda berasal dari bambu yang jadi makanan utama panda.

Campuran unik ini juga diyakini dapat mencegah kanker.

16 ons teh hijau dibanderol dengan harga Rp 853 juta.

Arak dari kotoran manusia di Korea Selatan

Ilustrasi toilet (Pixabay Jarmoluk)
Ilustrasi toilet (Pixabay Jarmoluk)

 

Ddongsul, arak ini merupakan hasil fermentasi kotoran anak manusia usia 4-7 tahun.

Cara membuatnya yakni kotoran dalam pispot diisi dengan alkohol fermentasi gandum dan diendapkan selama berbulan-bulan.

Biji kopi dari saluran pembuangan luwak

(Pixabay Lernestorod)
(Pixabay Lernestorod)

 

Kopi luwak diperoleh dari biji kopi matang yang dimakan luwak.

Dan tidak semua bagian tubuh kopi ia santap, sebab luwak tetap menyisakan bagian kulit tanduk (parchment) yang kelak berfungsi sebagai pelindung biji kopi dari feses luwak.

Pengolah kopi kemudian akan mencuci feses ini, memisahkan biji kopi, menjemurnya, memecahkan kulit tanduk, lantas menjemur kopi telanjang sebelum dipanggang.

Kopi luwak memiliki cita rasa fermentasi yang khas, disebabkan proses pemecahan rantai protein pada biji kopi tatkala menyisir pencernaan luwak.

Biji kopi dari saluran pembuangan gajah

(Wikimedia JJ Harrison)
(Wikimedia JJ Harrison)

 

Black ivory, kopi khas ini dihasilkan dari biji kopi yang dicerna gajah.

Harganya juga ngga main-main, kopi ini dibanderol Rp 14 juta per kilogram.

Berita Terkait

Berita Terkini