Food

Harganya Terjangkau, 5 Rekomendasi Street Food Ramah Muslim di Bali

Kelezatan street food khas Bali ini juga bikin nagih, lho.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Arendya Nariswari

Wisata Tanah Lot di Bali. (Unsplash/Harry Kessell)
Wisata Tanah Lot di Bali. (Unsplash/Harry Kessell)

Guideku.com - Bukan hanya pesona destinasi wisata di Bali yang menarik untuk dikunjungi. Kuliner khas Pulau Dewata ini juga terlalu sayang untuk dilewatkan.

Beberapa kuliner Bali bahkan kerap dijajakan di pinggir jalan dan harganya terbilang cukup terjangkau. Walau murah meriah, street food khas Bali ini punya rasa lezat yang sudah tak perlu diragukan lagi.

Namun, kuliner khas Bali tak jarang mengandung babi. Jadi, banyak wisatawan Muslim yang sedikit bingung ketika berlibur ke Pulau Dewata.

Eits, tapi jangan khawatir dulu. Masih banyak street food Bali yang ramah Muslim dan punya rasa nikmat luar biasa, kok.

Berikut Suara.com ---jaringan Guideku.com rangkum 5 rekomendasi street food ramah Muslim khas Bali dari berbagai sumber.

1. Pisang Rai

Street food ramah muslim di Bali. (Instagram/@om.nom.nomi)
Street food ramah muslim di Bali. (Instagram/@om.nom.nomi)

Memiliki cita rasa manis, ada sajian Pisang Rai khas Bali yang wajib untuk Anda cicipi. Kuliner ini terbuat dari pisang yang dibalut tepung beras, tepung tapioka, dan santan. Sebagai sentuhan akhir, pisang kemudian diberi taburan parutan kelapa di atasnya.

Umumnya pisang yang digunakan untuk membuat sajian ini berjenis pisang raja atau pisang ambon. Pisang Rai ini bisa Anda temukan dengan mudah di sejumlah pasar tradisional Bali.

2. Laklak

Street food ramah muslim di Bali. (Instagram/@einmal_mit_alles)
Street food ramah muslim di Bali. (Instagram/@einmal_mit_alles)

Sekilas, tampilan dari laklak ini mirip sekali dengan kue serabi. Namun jangan salah, rasa dari laklak ini punya ciri khas dan beda dairi kue serabi, lho.

Laklak ini terbuat dari tepung beras yang lalu dicampur dengan pewarna alami seperti daun suji dan santan.

Umumnya laklak ini disajikan bersama parutan kelapa dan juga gula merah cair.

3. Rujak kuah pindang

Street food ramah muslim di Bali. (Instagram/@rieztylesmana)
Street food ramah muslim di Bali. (Instagram/@rieztylesmana)

Unik alias beda dari kuliner lainnya, rujak yang satu ini kuahnya dibuat dengan proses pembuatan pindang ikan.

Rujak kuah pindang ini memiliki cita rasa gurih tak seperti sajian rujak buah pada umumnya. Isian buah dalam rujak kuah pindang, seperti ada salak, jambu, kedondong, nanas, mangga muda, apel dan masih banyak lagi lainnya.

Sedangkan bumbu rujak ini juga begitu sederhana, yaitu dibuat dari cabai, terasi dan kuah pindang.

4. Nasi Jinggo

Street food ramah muslim di Bali. (Instagram/@warungkayumanisbali)
Street food ramah muslim di Bali. (Instagram/@warungkayumanisbali)

Jika di Pulau Jawa ada nasi kucing, Bali juga punya sajian lezat andalan, yaitu nasi jinggo.

Nasi jinggo ini umumnya dibungkus dengan daun pisang. Isi di dalamnya ada sekepal nasi putih, lauk pauk berupa sambal goreng tempe, ayam suwir, dan mi goreng.

Anda juga dapat menambahkan nasi jinggo ini dengan lauk daging sapi atau telur agar rasanya semakin mantap.

'Jeng go' sendiri dalam bahasa Hokkian artinya adalah Rp 1.500. Ya, dahulu harga nasi jinggo ini memang dijual sebesar Rp 1.500.

Namun seiring berjalannya waktu, nasi jinggo kini dibanderol seharga Rp 5.000 - Rp 10.000 per porsinya.

5. Jaje Bantal

Street food ramah muslim di Bali. (Instagram/@santi_nee82)
Street food ramah muslim di Bali. (Instagram/@santi_nee82)

Janje bantal merupakan street food khas Bali yang terbuat dari ketan putih. Isian penganan ini biasanya berupa kacang merah, kacang tanah, atau pisang.

Street food satu ini umumnya dibungkus dengan janur muda dan diikat menggunakan bambu hingga bentuknya mirip bantal.

Rasa gurih dari jaje bantal berasal dari cara memasak jajanan tersebut yang direndam dalam santan serta gula pasir.

Nah, itulah 5 rekomendasi street food Bali yang ramah muslim. Selamat mencoba, ya!

Berita Terkait

Berita Terkini