Food

Di Balik Harga Tusuk Sate Super Murah, Ternyata Pembuatannya Bikin Sedih

Tusuk sate ini dijual dengan harga sangat murah meski banyak pengorbanan yang dilakukan.

Hiromi Kyuna

Ilustrasi sate ayam. (Pixabay/Rimmoto)
Ilustrasi sate ayam. (Pixabay/Rimmoto)

Guideku.com - Sate sudah jadi makanan khas Indonesia yang sangat populer. Daging yang ditusuk dan dibakar ini selalu sukses menggugah selera para penikmatnya.

Bicara soal sate, apakah Anda pernah penasaran dengan proses pembuatan tusuknya? Tusuk sate yang terbuat dari bambu rupanya melalui proses yang cukup panjang.

Seorang wanita membagikan proses pembuatan tusuk sate melalui akun TikTok @nnaa982. Pertama, bambu tua yang ada di kebun akan ditebang dan dibawa pulang ke rumah.

Menebang bambu ini ia katakan menjadi bagian yang cukup sulit. Setelah itu, bambu akan dipotong serta dibelah sesuai ukuran yang diinginkan.

Bambu yang sudah dibelah kemudian dihaluskan dengan pisau dan ditajamkan manual. Setelah itu akan dijemur hingga kering.

Bikin tusuk sate dengan harga murah (TikTok @nnaa982)
Bikin tusuk sate dengan harga murah (TikTok @nnaa982)

Langkah akhir, tusuk sate akan dikumpulkan dan diikat jadi satu untuk dijual ke pengepul. Tusuk sate itu akan dijual dengan harga Rp1.500 per ikat.

Harga ini terbilang sangat murah dibandingkan dengan usaha yang dikeluarkan. Menurut wanita ini, ia tidak rugi materi dengan harga itu karena bambu yang dipakai adalah milik sendiri.

Namun tak dipungkiri banyak hal yang harus dilalui untuk pembuatan tusuk sate. Lelah, jatuh saat mengambil bambu, gatal karena terkena bulu bambu dan digigit nyamuk, dan proses yang panjang dan butuh waktu berhari-hari adalah hal yang ia rasakan demi menjual tusuk sate Rp1.500 per ikat.

Video ini kemudian menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.

"Kalau lihat prosesnya, harga segitu kemurahan banget sih," komentar seorang warganet.

Warganet lain ikut berkomentar. "Sedih banget. Ini contoh nyata usaha serius, pendapatan bercanda," ujar warganet ini.

"Coba dikemas yang rapi kak. Segitu banyak bisa aja laku Rp5 ribu paling murah. Abis itu dijual ke toko-toko atau online. Jangan ke pengepul," tulis warganet lainnya di kolom komentar.

Sementara itu, hingga Minggu (22/8/2021), video ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 1 juta kali di TikTok.

Berita Terkait

Berita Terkini