7 Kuliner Singapura ala Chef Martin Praja yang Bisa Dicoba di Rumah

Nikmat dan menggugah selera, simak 7 kuliner Singapura ala Chef Martin Praja yang bisa Anda coba di rumah selama pandemi.

Arendya Nariswari
Senin, 27 September 2021 | 18:06 WIB
Chef Martin Praja, host dari Cook with Me. Foto: Singapore Tourism Board dan Martin Praja

Chef Martin Praja, host dari Cook with Me. Foto: Singapore Tourism Board dan Martin Praja

Guideku.com - Singapura merupakan salah satu destinasi wisata favorit para traveller dari berbagai belahan dunia. Selain menjadi tempat favorit untuk berbelanja, Singapura juga dikenal sebagai tempat yang asyik untuk wisata kuliner

Anda bisa menemukan berbagai macam sajian kuliner mulai dari street food hingga restoran-restoran ikonik ternama maupun yang berbintang Michelin, dengan cita rasa yang menggugah selera.

Kuliner Singapura sendiri datang dari perpaduan berbagai tradisi, misalnya masakan Melayu, Tiongkok, India, Eurasia, Peranakan, dan Hainan. Tidak salah, Singapura menjadi salah satu surga kuliner di Asia Tenggara.

Demi mengobati kerinduan Anda akan wisata dan cita rasa kuliner Singapura, Chef Martin Praja berkolaborasi dengan Singapore Tourism Board membuat tayangan seri kuliner bertajuk ‘Cook With Me’.  

Saat kami menunggu di rumah sampai situasi pandemi telah membaik di keamanan rumah kita, lulusan akademi kuliner At-Sunrice Singapore Global Chef Academy ini akan mengajak Anda menghidupkan kembali impian Anda ke Singapura melalui sajian kuliner khasnya yang mudah dimasak, namun tetap menggugah selera.

1. Laksa

Semangkuk laksa dari 328 Katong Laksa. Foto: Klook
Semangkuk laksa dari 328 Katong Laksa. Foto: Klook

Dengan cita rasa perpaduan kuah kaldu dan santan yang gurih, dipadukan dengan topping seperti udang dan tahu – Laksa dianggap sebagai Singapore soul food yang lazim Anda temui apabila berwisata di Negeri Singa. Kuliner ini, berasal dari budaya Peranakan, yang saat ini banyak terpusat di daerah Katong. Menurut Chef Martin Praja makanan khas ini jangan sampai terlewatkan. Apalagi ada salah satu restoran yang menghidangkan Laksa dengan rasa yang otentik di daerah Katong, tepatnya di restoran 328 Katong Laksa.

Kepala dan cangkang udang adalah kunci utama untuk membuat kuah Laksa yang enak. Selain itu, cita rasa asli Laksa Singapura memang sedikit pedas, namun umumnya belum mencapai tingkat kepedasan yang sesuai dengan selera orang Indonesia. Bila Anda penyuka pedas, ketika Anda memasak Laksa di rumah, Anda bisa menambahkan cabai rawit atau cabai merah keriting. Dijamin, kuah Laksa Anda akan semakin pedas dan segar. Jangan lupa tambahkan santan, sereh, dan daun jeruk untuk menambah cita rasa kuahnya.

2. Hainanese Chicken Rice

Sepiring nasi ayam Hainan. Foto: Tourism Information Hub
Sepiring nasi ayam Hainan. Foto: Tourism Information Hub

 

Hampir sama seperti Laksa, Hainanese Chicken Rice atau Nasi Ayam Hainan dapat Anda temukan di berbagai sudut negara Singapura. Mulai dari pusat jajanan kuliner, food court hingga restoran mewah menyediakan kuliner favorit ini. Hainanese Chicken Rice merupakan sajian nasi wangi yang dipadukan dengan irisan tipis potongan daging ayam, ditambah sambal dan juga jahe bubuk.

Chef Martin dan rekannya Febrian (@_febrian) yang adalah travel blogger memiliki beberapa rekomendasi restoran Hainanese Chicken Rice terenak di Singapura. Yang pertama adalah Liao Fan Hawker Chan di Smith Street Chinatown, yang merupakan restoran Michelin Star termurah dengan sajian kuliner yang enak. Tempat rekomendasi lainnya yakni Lam's Noodle House, Tian Tian Hainanese Chicken Rice di Maxwell Food Centre, dan Ming Kee Chicken Rice di Bishan Street.

Bagi Anda yang kangen mencicipi Hainanese Chicken Rice selama pandemi ini, Chef Martin punya tips untuk Anda yang ingin memasak Hainanese Chicken Rice di rumah. Tipsnya adalah jangan lupa menaruh ayam di es batu setelah proses perebusan. Gunanya adalah untuk menghentikan proses pematangan, agar gizi dan cita rasa ayam tetap terjaga.

3. Hidangan ala Zi Char

Hidangan oleh Chef Martin Praja (1) Buncis Tumis Daging Cincang, (2) Tumis Kailan Saus Bawang Putih, (3) Udang Sereal, dan (4) Kepiting Cabai Singapura. Foto: Singapore Tourism Board dan Martin Praja
Hidangan oleh Chef Martin Praja (1) Buncis Tumis Daging Cincang, (2) Tumis Kailan Saus Bawang Putih, (3) Udang Sereal, dan (4) Kepiting Cabai Singapura. Foto: Singapore Tourism Board dan Martin Praja

 

Zi char, sejatinya bukan merupakan makanan. Istilah ini lebih kepada tradisi makan bersama di Singapura, baik dengan teman maupun keluarga atau kerabat. Warga Indonesia lebih familiar dengan istilah ‘makan tengah’. Bagi Anda yang suka bercengkerama dengan sanak saudara dan teman, bisa juga mencoba zi char a la Singapura, tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan dan batas maksimum jumlah orang, ya.

Dalam sajian makan tengah khas Singapura ini, Chef Martin mengajak para influencer Instagram Andy Handoko and Mullie Marlina (@myfunfoodiary) dan Eric Eko Santoso (@ericekos) yang adalah food and travel blogger untuk makan bersama. Hidangan sayuran yang disajikan Chef Martin adalah Stir Fried String Bean with Ground Beef (Buncis Tumis Daging Cincang) dan Sauteed Kailan with Garlic Sauce (Tumis Kailan Saus Bawang Putih). Sementara itu Cereal Prawns (Udang Sereal) dan Singapore Chili Crab (Kepiting Cabai Singapura) yang disajikan dengan saus khas Singapura, menjadi hidangan utama yang ditunggu-tunggu.

Chef Martin dan ketiga rekannya ini juga memberikan beberapa rekomendasi restoran untuk makan dengan tradisi zi char. Two Chefs Eating Place dan Kok Sen Restaurant menjadi tempat favorit. Bagi Anda yang ingin merasakan makan zi char dengan konsep halal, Anda dapat mengunjungi Mak's Place – The Hawkerant, Chai Chee Seafood Restaurant, dan Jiak Modern Tzechar. Ada satu tips tambahan lagi dari Chef Martin, yaitu ajak teman Anda dalam jumlah banyak, agar harga yang dibayarkan lebih murah dan bisa mencicipi berbagai macam hidangan zi char.

4. Ikan Patin, sajian khas lokal dan Madu Cerana

Olahan ikan patin ala Kausmo oleh Chef Martin Praja. Foto: Singapore Tourism Board dan Martin Praja
Olahan ikan patin ala Kausmo oleh Chef Martin Praja. Foto: Singapore Tourism Board dan Martin Praja

 

Menu yang tidak kalah wajib untuk Anda coba adalah sajian olahan ikan patin a la restoran ternama di Singapura, Kausmo, yang terletak di Shaw Centre.

Resep kuliner ini merupakan oleh-oleh Chef Martin Praja dari master class yang ia ikuti secara online dalam salah satu sesi di Singapore Food Festival 2020, yaitu festival kuliner tahunan terbesar di Singapura yang memamerkan hidangan dari berbagai budaya.

Lengkap dengan garnish asli dari Singapura seperti ulam raja dan daun lada liar masuk ke dalam topping chimichurri untuk ikan, bersama dengan madu yang dipanen dari lebah madu Cerana tropis. Paduan bahan dan sausnya membuat kuliner olahan patin ini menjadi sebuah makanan yang enak dan elegan.

5. Hokkien Prawn Mee

Hokkien Prawn Mee. Foto: Tourism Information Hub
Hokkien Prawn Mee. Foto: Tourism Information Hub

 

Hokkien Prawn Mee atau Mie Udang Hokkien merupakan sajian kuliner mie yang diolah dengan bawang putih, telur, udang, cumi, taoge, dan kecap asin. Kekuatan dari Hokkien Prawn Mee ada pada kekentalan bumbu kaldunya, yang direbus bersama seafood.

Umumnya kaldu yang digunakan untuk Hokkien Prawn Mee ini adalah kaldu aromatik yang terbuat dari tulang babi dan kepala udang. Namun, bagi Anda yang Muslim, bahan tulang babi bisa diganti dengan tulang sapi, atau hanya menggunakan kaldu udangnya saja.

Memasak kaldu udang sendiri cukup 10 menit agar cita rasa dari kaldu tetap dapat memanjakan lidah. Hokkien Prawn Mee cocok untuk dihidangkan saat makan siang maupun makan malam bersama keluarga di rumah.

6. Fried Carrot Cake

Fried carrot cake hitam dan putih. Foto:  Tourism Information Hub
Fried carrot cake hitam dan putih. Foto: Tourism Information Hub

 

Jangan salah sangka, ini bukan hidangan penutup Kue Wortel, kue basah yang diolah dari wortel dan rempah-rempah serta dibalut frosting krim keju!

Fried Carrot Cake merupakan salah satu hidangan khas Singapura yang memiliki tampilan dan cita rasa yang unik. Bila Anda foodies yang tidak suka wortel, Anda mungkin akan langsung menghindari makanan ini. Tapi jangan salah, meskipun menggunakan nama carrot atau wortel, tidak ada sama sekali bahan baku yang berasal dari wortel.

Nama carrot yang muncul berasal dari lobak atau biasa disebut white carrot di Singapura. Lobak menjadi bahan baku utama Fried Carrot Cake, yang dikukus dengan adonan tepung beras, kemudian ditumis dengan bawang putih, daun bawang, telur dan lobak asin.

Bagi Anda yang hobi dengan makanan berupa sayuran dengan rasa yang gurih, maka Fried Carrot Cake cocok untuk Anda santap bersama keluarga. Apabila Anda berkunjung ke Singapura, Anda dapat menemukan sajian Fried Carrot Cake halal di Soon Lee Fried Kway Teow, yang terletak di Bedok Corner.

Bagaimana? Apakah selera Anda mulai tergugah? Meski belum bisa ke Singapura sekarang ini, Anda bisa langsung mempraktikkan enam jenis masakan ini di rumah dan mencicipinya bersama keluarga. Resep dan cara pembuatannya sangat mudah, dan dapat disaksikan di serial Cook With Me di kanal Youtube Visit Singapore dan Instagram Chef Martin Martin Praja.  Mari kita membayangkan kembali perjalanan Singapura melalui kulinernya!

Berita Terkait TERKINI
Mau bikin nasi kebuli untuk disajikan pada Hari Raya Idul Fitri? Berikut resepnya....
food | 10:00 WIB
Rasa keju gurih yang kuat dari kue ini membuat kastengel menjadi favorit banyak orang, terutama untuk menyambut Idul Fit...
food | 11:00 WIB
Tak harus jauh-jauh ke Solo, bikin es teh kampul sendiri di rumah, yuk!...
food | 11:40 WIB
Supaya hidangan opor ayam tidak cepat basi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan....
food | 12:20 WIB
Coba bikin spaghetti yang lezat di rumah, yuk!...
food | 14:37 WIB
Mulai dari aneka kolak hingga gorengan, berikut deretan ide menu takjil Ramadan....
food | 15:52 WIB
Simak resep ayam kukus jahe di bawah ini!...
food | 15:29 WIB
Berikut resep kimbap sederhana yang bisa jadi pilihan menu buka puasa....
food | 11:26 WIB
Berbuka puasa hendaknya tidak hanya dengan minuman yang menyegarkan, tetapi juga tetap sehat....
food | 10:34 WIB
Mitos atau fakta? Benarkan nasi beku lebih sehat untuk dikonsumsi penderita diabetes?...
food | 17:17 WIB
Tampilkan lebih banyak