Viral Baku Pukul Warga Lawan Rombongan Pawai Sound Horeg di Malang, Ini Kronologinya!
guideku.com - Fenomena pawai sound horeg (sound system super kencang) di Indonesia itu emang kayak dua sisi mata uang. Buat para pesertanya, ini adalah ajang seru-seruan, adu kreativitas, dan hiburan rakyat. Tapi buat warga lain yang nggak ikutan, suara bass yang getarannya sampai ke tulang itu sering kali jadi mimpi buruk.
Nah, sebuah insiden brutal di Kecamatan Sukun, Malang, baru-baru ini jadi bukti nyata kalau "hiburan" ini bisa berubah jadi petaka. Seorang bapak-bapak menjadi korban pengeroyokan oleh rombongan pawai, cuma gara-gara mencoba menegur.
Kronologi Pengeroyokan yang Bikin Geram
Cerita kelam ini dipicu oleh sebuah alasan yang sangat manusiawi. Menurut Kasi Humas Polresta Malang Kota, Iptu Yudi Risdiyanto, seorang warga berinisial RM (55) memberanikan diri menegur rombongan pawai sound horeg yang lewat di depan rumahnya.
Alasannya? Anaknya sedang sakit dan butuh istirahat.
“Jadi pemicunya karena suara sound system yang keras. Salah satu warga menegur karena anaknya sedang sakit,” ujar Iptu Yudi Risdiyanto.
Tapi, bukannya dapat simpati, teguran RM malah nggak dihiraukan. Merasa kesal, RM kemudian mendorong salah satu peserta pawai. Di sinilah situasi langsung memanas. Melihat temannya didorong, rombongan lain langsung tersulut emosi dan mengeroyok RM beramai-ramai. Kondisi yang tadinya cuma pawai hiburan, berubah jadi ajang kekerasan yang chaos.
'Damai' Rp 2 Juta yang Bikin Netizen Tetap Nyesek
Untungnya, pihak keamanan segera datang untuk melerai dan mengamankan RM. Tapi, kasus ini sudah keburu viral di media sosial. Netizen pun ramai-ramai mengecam aksi brutal rombongan pawai dan bersimpati pada korban.
Pada akhirnya, masalah ini diselesaikan dengan cara "damai". Panitia dan peserta yang terlibat pengeroyokan memberikan uang ganti rugi kepada bapak-bapak yang mereka keroyok.
Baca Juga: Masa Emas Influencer Usai? Pajak dam OJK Kompak 'Kepung' Konten Pamer dan Finfluencer Abal-abal!
“Untuk peserta sound horeg, juga sudah memberikan ganti rugi Rp 2 juta sesuai permintaan dari korban dan telah diterima,” imbuh Iptu Yudi.
Meskipun sudah ada ganti rugi, banyak netizen yang merasa keadilan belum sepenuhnya tercapai. Harga diri dan trauma dikeroyok tentu nggak bisa dinilai dengan uang.
Buntut Panjang: Pawai Sound Horeg Resmi Dilarang di Malang!
Nah, ini dia akibat fatal dari ulah segelintir oknum tersebut. Setelah kasus ini viral dan menimbulkan keresahan luas, pihak kepolisian Kota Malang akhirnya mengambil langkah tegas. Mereka secara resmi melarang adanya pawai sejenis dan semua kegiatan publik yang melibatkan sound horeg.
Pihak kepolisian berdalih, keputusan ini diambil karena banyaknya penolakan dari masyarakat. Selain dianggap mengganggu ketertiban, banyak juga yang khawatir soal risiko kesehatan. Suara sound horeg yang volumenya sering kali "nggak ngotak" itu berisiko menimbulkan masalah pendengaran permanen.
Jadi, Kamu Tim Mana?
Kasus ini jadi pelajaran pahit. Niatnya mungkin cuma mau bersenang-senang, tapi kalau sudah mengganggu dan membahayakan orang lain, tentu nggak bisa dibenarkan. Gara-gara ulah satu rombongan yang nggak bisa mengontrol emosi, semua penggemar sound horeg di Malang jadi kena getahnya.
Jadi, kamu setuju nggak sih dengan pelarangan total sound horeg ini? Atau menurutmu seharusnya ada aturan yang lebih jelas, bukan langsung dilarang?