Untung Rp20 M, Gaji Operator Judol China-Kamboja Bikin Iri Anak Kantoran
guideku.com - Bareskrim Polri baru saja membongkar sebuah fakta yang bikin kita semua kaget: ternyata, beberapa 'kantor' sindikat judol kelas kakap dengan server di China dan Kamboja itu letaknya ada di kota-kota satelit Jakarta!
Yup, para bos dan operator judol ini ternyata ngantornya di Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Dan yang bikin makin geleng-geleng kepala, jaringan ini berhasil meraup untung sampai Rp20 miliar cuma dalam 10 bulan, dengan gaji para operatornya yang bisa bikin iri anak kantoran SCBD.
Gaji Fantastis di 'Perusahaan' Haram
Ini bagian paling gilanya. Dalam penggerebekan yang sukses menciduk 22 tersangka ini, terungkap struktur penggajian yang luar biasa menggiurkan. Para operator, yang tugasnya cuma sebar-sebar promosi judol lewat WhatsApp, digaji dengan angka fantastis: Rp7 juta sampai Rp10 juta per bulan!
Sebuah angka yang jelas jauh di atas UMR dan bisa jadi lebih tinggi dari gaji fresh graduate yang kerja banting tulang di perusahaan legal. Nggak heran kalau banyak yang tergiur masuk ke dalam lingkaran setan ini.
Di Balik Pesan Spam yang Bikin Sebel: Begini Cara Kerjanya
Pernah kan, kamu dapat pesan WhatsApp aneh dari nomor nggak dikenal yang isinya nawarin slot gacor, deposit mudah, dan janji menang besar? Nah, kemungkinan besar pesan itu datangnya dari 'kantor-kantor' di Bogor dan Bekasi ini.
Modus operandi mereka sangat terstruktur dan masif. Menurut Direktur Tipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, begini cara mesin spam mereka bekerja:
Cara Canggih Cuci Duit Haram
Bagian paling canggih dari operasi ini adalah cara mereka mencuci uang. Biar nggak gampang dilacak, mereka nggak pakai rekening perusahaan.
Lewat metode inilah, mereka berhasil menyulap uang hasil judi yang haram menjadi kekayaan yang kelihatannya legal.
Markas Digerebek, Puluhan Orang Diciduk
Penggerebekan ini dilakukan serentak di empat kota: Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Denpasar. Polisi berhasil menciduk 22 orang, mulai dari operator, pengelola server, sampai admin keuangan. Barang buktinya pun nggak main-main: 354 unit ponsel, 23 set komputer, dan 2.648 kartu perdana!
Kasus ini jadi bukti nyata bahwa perang melawan judi online itu sangat berat. Markasnya mungkin nggak jauh dari tempat tinggal kita, tapi jaringannya sudah level internasional. Ini jadi pengingat buat kita semua: jangan pernah tergiur dengan iming-iming uang cepat dari judol. Ujung-ujungnya, yang kaya cuma bandarnya, dan yang sengsara bukan cuma pemainnya, tapi juga negara.