Niatnya Mancing, Berakhir di Liang Lahat: Kronologi Gitaris Radicta Tewas Dikeroyok 6 Pria Mabuk

Seorang gitaris dari band lokal Kalimantan Selatan, Radicta, Muhammad Redho (34), ditemukan tewas mengambang di Sungai Kitano, Martapura.

Reza Sulaiman
Senin, 28 Juli 2025 | 08:47 WIB
Niatnya Mancing, Berakhir di Liang Lahat: Kronologi Gitaris Radicta Tewas Dikeroyok 6 Pria Mabuk

Niatnya Mancing, Berakhir di Liang Lahat: Kronologi Gitaris Radicta Tewas Dikeroyok 6 Pria Mabuk

guideku.com - Ada sebuah kisah dari Kalimantan Selatan yang jadi pengingat pahit betapa tipisnya batas antara hidup dan mati. Seorang gitaris dari band lokal Radicta, Muhammad Redho (34), ditemukan tewas mengambang di Sungai Kitano, Martapura.

Kematiannya yang semula dikira kecelakaan tenggelam biasa, ternyata menyimpan cerita yang jauh lebih kelam. Ia adalah korban pengeroyokan brutal yang dipicu oleh sebuah kesalahpahaman sepele, yang diperparah oleh pengaruh minuman keras.

Kronologi Malam Nahas: Dari Kail Nyangkut Sampai Tuduhan Maut

Semua mimpi buruk ini dimulai pada Minggu (20/7/2025). Redho, seperti biasa, pamit kepada ibunya untuk menyalurkan hobinya: memancing di sekitar Sungai Kitano. Tapi malam itu, ia tak kunjung pulang.

Menurut keterangan polisi, setibanya di lokasi, Redho mengalami insiden kecil. Kail pancingnya justru tersangkut di bajunya sendiri. Ia sempat mengumpat kesal, lalu meminta tolong pada sekelompok pria yang kebetulan sedang nongkrong di lokasi yang sama untuk melepaskannya.

Setelah insiden kail itu selesai, petaka sebenarnya dimulai. Redho panik karena menyadari ponsel dan kunci motornya hilang. Dalam kepanikannya, ia langsung menuduh kelompok pria yang tadi menolongnya sebagai pencurinya.

Di sinilah semuanya menjadi salah. Redho menuduh dengan nada yang dianggap kasar dan menyinggung. Dan yang lebih parah, kelompok pria itu sedang berada di bawah pengaruh minuman keras jenis gaduk.

Amukan di Tepi Sungai: Saat Adu Mulut Berubah Jadi Pengeroyokan Brutal

cemburu mudah tersulut, tapi amarah orang mabuk lebih mudah lagi. Merasa tersinggung dan harga dirinya diinjak-injak, salah seorang pelaku langsung melayangkan pukulan ke wajah Redho.

Satu pukulan itu seolah jadi komando. Adu mulut dalam sekejap berubah menjadi pengeroyokan brutal. Enam orang pria (KH, IB, MR, MF, GM, dan AH) mengeroyok Redho menggunakan tangan kosong. Suasana menjadi sangat liar. Salah satu tersangka, IB (48), bahkan sempat mencoba menusuk Redho dengan pisau, namun gagal.

Baca Juga: Ivan Gunawan Tutup Kartu Kredit dan Jual Tas Hermes karena Hijrah, Tatonya Gimana?

Akibat pengeroyokan tanpa ampun itu, Redho diduga terjatuh ke dalam sungai.

Bukannya menolong, para pelaku justru membiarkannya begitu saja dan langsung kabur dari lokasi, seolah tidak terjadi apa-apa.

Keesokan harinya, Senin (21/7/2025), warga menemukan jasad Redho sudah dalam kondisi mengapung di aliran sungai.

Misteri Terungkap dalam 24 Jam

Keluarga yang curiga dengan kematian Redho langsung membuat laporan ke polisi. Berbekal keterangan saksi, polisi pun bergerak cepat. Kurang dari 24 jam, keenam tersangka berhasil diringkus di lokasi yang berbeda-beda.

"Para tersangka sudah mengakui perbuatannya. Selain tersinggung, mereka mengaku dalam pengaruh minuman keras saat kejadian," jelas Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli.

Kini, keenamnya harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Mereka dijerat dengan pasal berlapis, mulai dari penganiayaan yang menyebabkan kematian hingga pembunuhan, dengan ancaman hukuman penjara yang panjang.

×
Zoomed
TERKINI
Local Media Community secara resmi telah menyusun aspirasi sekaligus masukan kepada pemerintah, khususnya kepada Dirjen ...
news | 07:39 WIB
YES 2025 menekankan perlunya pelibatan aktif generasi muda dalam perumusan kebijakan ekonomi karena dampaknya sangat sig...
news | 14:24 WIB
VinFast justru memisahkan harga baterai dari harga kendaraan. Melalui skema langganan, konsumen bisa memiliki mobil list...
news | 21:30 WIB
Di beberapa desa di Indonesia, justru dari aksi konservasi malah lahir ratusan peluang kerja baru....
news | 09:43 WIB
Kisah-kisah dari mereka yang telah memulai perjalanan bersama BSya ngasih gambaran jelas tentang bagaimana sebuah aplika...
news | 07:38 WIB