Saat Aparat 'Perang' Lawan Kartun: Kumpulan Kasus Represif Bendera One Piece yang Bikin Geleng-geleng

Apa yang bagi banyak anak muda dianggap sebagai bentuk kritik satir atau sekadar meme, oleh sebagian aparat justru dianggap sebagai ancaman makar yang bisa memecah belah bangsa. Akibatnya? Bendera dan mural kartun pun "diberangus".

Reza Sulaiman
Selasa, 05 Agustus 2025 | 20:00 WIB
Saat Aparat 'Perang' Lawan Kartun: Kumpulan Kasus Represif Bendera One Piece yang Bikin Geleng-geleng

Saat Aparat 'Perang' Lawan Kartun: Kumpulan Kasus Represif Bendera One Piece yang Bikin Geleng-geleng

guideku.com - Gengs, fenomena bendera bajak laut One Piece yang viral jelang 17-an ini ternyata bukan cuma jadi perdebatan di media sosial. Di dunia nyata, aksi ini justru memicu serangkaian respons dari aparat yang, jujur aja, kadang bikin kita auto geleng-geleng kepala.

Apa yang bagi banyak anak muda dianggap sebagai bentuk kritik satir atau sekadar meme, oleh sebagian aparat justru dianggap sebagai ancaman makar yang bisa memecah belah bangsa. Akibatnya? Bendera dan mural kartun pun "diberangus".

Biar kamu tahu segimana "serius"-nya negara menanggapi meme ini, yuk kita lihat kumpulan kasusnya.

1. Bogor: Baru Dikasih Ultimatum, Besoknya Bendera Malah Berkibar di GOR Pemda

Ini adalah definisi dari "makin dilarang, makin nekat". Pada Jumat malam (1/8/2025), Satpol PP Kabupaten Bogor dengan gagah berani ngasih ultimatum keras: semua bendera selain Merah Putih bakal ditertibkan!

Apa yang terjadi besoknya, Sabtu (2/8)? Sebuah bendera Jolly Roger Topi Jerami justru ditemukan berkibar dengan santainya di dalam GOR Laga Satria, Pakansari, yang notabene adalah fasilitas milik pemerintah daerah. Sebuah "troll" tingkat dewa yang seolah-olah bilang, "Kami tidak takut."

2. Sragen: Mural Keren Buat 17-an Malah Dihapus Paksa di Bawah Pengawasan Tentara

Di Sragen, ceritanya lebih nyesek lagi. Sekelompok pemuda di Dukuh Ndayu, Karangmalang, berinisiatif bikin mural keren bertema One Piece (kali ini lambang bajak laut Shirohige) untuk menyambut HUT RI. Niatnya baik: merangkul kreativitas dan memperindah lingkungan.

Tapi, alih-alih diapresiasi, karya mereka justru dianggap sebagai ancaman. Mural itu dihapus paksa, dan proses penghapusannya bahkan sampai diawasi oleh aparat tentara. Sebuah pemandangan yang sangat ironis: kreativitas anak muda "diberangus" oleh alat negara.

3. Banten: Siap-siap Ditindak Tegas Kalau Nekat Kibarin Bendera Luffy!

Polda Banten juga nggak mau ketinggalan. Mereka secara terbuka mengancam akan bertindak tegas kalau ada warga yang nekat mengibarkan bendera One Piece.

Menurut Wakapolda Banten Brigjen Hengki, aksi ini dianggap sebagai provokasi yang bisa "menurunkan derajat" bendera Merah Putih dan mencederai perjuangan pahlawan.

Baca Juga: Foto Lawas Sri Mulyani Cosplay Jadi Luffy Viral Lagi, Netizen: 'Ratu Pajak Laut'

'Petinggi' Ikut Turun Tangan: Dari Ancaman Makar Sampai Melunak

Respons keras ini ternyata juga diamini oleh para petinggi di Jakarta. Menteri HAM Natalius Pigai, menegaskan kalau negara berhak penuh melarang pengibaran bendera ini. Menurutnya, ini bukan sekadar ekspresi, tapi pelanggaran hukum serius yang berpotensi dianggap makar.

Menkopolkam Budi Gunawan juga mengancam dengan konsekuensi pidana, merujuk pada UU yang melarang pengibaran bendera lain di bawah bendera negara.

Tapi, di tengah semua respons "galak" ini, ada juga yang mulai "melunak". Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang tadinya sempat geram, kini mengaku tidak lagi mempersoalkan bendera Jolly Roger ini. Mungkin sadar kalau melawan meme itu sia-sia?

Jadi, Ini Sebenarnya Apa?

Gengs, rentetan kasus ini benar-benar menunjukkan adanya "benturan budaya" yang serius.

Di satu sisi, ada generasi baru yang menggunakan simbol-simbol budaya pop (seperti One Piece) sebagai bahasa baru untuk berekspresi, menyindir, dan mengkritik.

Di sisi lain, ada generasi yang lebih tua dan aparat yang mungkin tidak "nyambung" dengan bahasa ini, dan melihatnya murni sebagai ancaman terhadap tatanan yang sudah ada.

Hasilnya? Sebuah komedi tragis di mana aparat negara sibuk "berperang" melawan gambar tengkorak dari kartun Jepang. Jadi, menurutmu, apakah para penggemar One Piece ini adalah "pemberontak"? Atau para aparat yang justru "gagal paham"?

×
Zoomed
TERKINI
YES 2025 menekankan perlunya pelibatan aktif generasi muda dalam perumusan kebijakan ekonomi karena dampaknya sangat sig...
news | 14:24 WIB
VinFast justru memisahkan harga baterai dari harga kendaraan. Melalui skema langganan, konsumen bisa memiliki mobil list...
news | 21:30 WIB
Di beberapa desa di Indonesia, justru dari aksi konservasi malah lahir ratusan peluang kerja baru....
news | 09:43 WIB
Kisah-kisah dari mereka yang telah memulai perjalanan bersama BSya ngasih gambaran jelas tentang bagaimana sebuah aplika...
news | 07:38 WIB
Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, generasi muda nggak cuma cari sukses finansial, tapi juga makna dan keseimbangan...
news | 07:21 WIB