Travel

Gara-gara Kucing, Stasiun Ini Nggak Jadi Bangkrut, Ini Alasannya!

Kucing juga bisa jadi kepala stasiun, lho!

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Kucing kepala stasiun di Jepang. (Wikipedia)
Kucing kepala stasiun di Jepang. (Wikipedia)

Guideku.com - Beberapa waktu lalu, Guideku.com pernah membahas soal Maneki-Neko—sebutan bagi patung kucing pembawa keberuntungan yang berasal dari Jepang.

Yap, kucing memang telah lama dianggap sebagai simbol pembawa keberuntungan dalam budaya Jepang.

Soal percaya atau tidaknya, itu terserah kamu. Namun, sebuah stasiun kereta di Jepang, yaitu stasiun Kishi di prefektur Wakayama, selamat dari kebangkrutan berkat seekor kucing lho!

Kucing bernama Tama ini awalnya adalah kucing liar berjenis calico yang berkeliaran di sekitar stasiun selama tujuh tahun lamanya. Tama kerap mendapat makanan dari Toshiko Koyama, manajer stasiun pada saat itu.

Sayangnya, pada tahun 2006, terjadi krisis keuangan besar yang mengancam keberlangsungan perusahaan Wakayama Electric Railway. Dalam keadaan nyaris bangkrut, Koyama mengadopsi Tama dan mengenalkan kucing tersebut pada staff lainnya.

Kucing kepala stasiun di Jepang. (Wikipedia)
Kucing kepala stasiun di Jepang. (Wikipedia)

Setahun kemudian, saat Toshiko Koyama akhirnya terpilih menjadi kepala stasiun, beliau malah memilih untuk menyerahkan gelar barunya ini pada Tama! Wah, hebat ya!

Alasannya sederhana saja. Sejak menjadi bagian dari stasiun Kishi, Tama berhasil menarik minat para penumpang dan popularitasnya pun terus mengalami kenaikan.

Tidak hanya itu, Tama bahkan mendapatkan topi dan badge khusus kepala stasiun, lho! Bedanya, Tama digaji dengan menggunakan makanan kucing berkualitas, hehehe.

Menurut survei pada tahun 2008, kehadiran Tama sebagai kepala stasiun berhasil meningkatkan laba stasiun Kishi secara signifikan, yaitu sekitar Rp 65,8 miliar rupiah. Luar biasa, ya?

Atas jasanya itu, Tama pun dipromosikan ke posisi “super stationmaster”. Sejumlah fasilitas bertema Tama pun dibangun di stasiun ini. Salah satunya adalah Tama Densha—sebuah kereta yang dihiasi lukisan kucing mirip Tama.

Kucing kepala stasiun di Jepang. (Wikipedia)
Kucing kepala stasiun di Jepang. (Wikipedia)

Bukan hanya Tama saja, Chibi (saudara perempuan Tama) dan Miiko (ibu Tama) juga mulai dipekerjakan sebagai asisten Tama.

Sayangnya, pada tahun 2015 silam, Tama meninggal pada usia 16 tahun. Pemakaman bergaya Shinto pun digelar untuknya di Kinokawa, dihadiri ribuan penggemar kucing pembawa keberuntungan ini.

Tidak hanya itu, sebuah kuil kucing bergaya Shinto juga dibangun untuk mengenang jasa Tama. Tama kemudian mendapat gelar sebagai “Honorary Eternal Stationmaster”.

Saat ini, kamu memang sudah tidak bisa bertemu dengan Tama. Tapi, kamu bisa bertemu dengan Nitama (atau “Tama Kedua”) yang mulai bekerja di stasiun ini sejak musim gugur 2015 lalu.

Bagaimana? Tertarik untuk berkunjung kemari dan menyapa Nitama, kepala stasiun Kishi yang baru?

Berita Terkait

Berita Terkini