Travel

Tren Wisata untuk Keluarga, Nggak Perlu Lama yang Penting Sering

Agoda melakukan riset dengan tema Family Travel Trends 2018.

Dany Garjito

Liburan keluarga. (Unsplash)
Liburan keluarga. (Unsplash)

Guideku.com - Tujuh dari 10 keluarga setidaknya liburan dua kali dalam satu tahun. Itulah salah satu hasil riset tentang tren wisata untuk keluarga yang terbaru dari Agoda.

Agoda yang merupakan salah satu agen perjalanan online dengan pertumbuhan tercepat melakukan riset dengan tema 'Family Travel Trends 2018'.

Survei Agoda yang dilakukan YouGov menunjukkan sebanyak 18% wisatawan melakukan satu kali liburan bersama keluarga dalam satu tahun. Lalu ada lebih dari 34% liburan sebanyak lima kali dalam periode yang sama.

Orang Asia mendominasi tren ini. Terdapat 77% wisatawan Thailand dan 62% wisatawan Filipina melakukan lima atau lebih liburan keluarga selama satu tahun terakhir.

Tapi sebaliknya 34% orang Inggris (UK) hanya melakukan sekali liburan keluarga.

Selain itu masih banyak lagi fakta tentang tren wisata untuk keluarga ini, penasaran apa saja?

Berikut tren wisata terbaru untuk keluarga!

Nggak perlu lama, yang penting sering

Liburan keluarga. (Agoda)
Liburan keluarga. (Agoda)

Di Inggris, sebanyak 41% keluarga menginap selama 4-7 malam. Sedangkan di Thailand hanya dilakukan 20% wisatawan.

Sedangkan sebanyak 11% orang Malaysia lebih suka menginap dalam tempo yang lama, sekitar 14 malam.

Hal ini menunjukkan bahwa durasi menginap di suatu tempat wisata mungkin tak perlu terlalu lama, tapi intensitas liburannya sering.

Durasi wisata keluarga paling populer di antara orang Indonesia adalah 1-3 malam.

Turis Asia lebih suka liburan rombongan lengkap, mulai dari nenek sampai cicit
Survei Agoda tentang tren wisata keluarga 2018 ini juga membuktikan bahwa orang Thailand dan Indonesia suka mengajak kakek nenek berwisata bersama.

Sementara orang Inggris dan Australia tidak suka melakukan hal tersebut. Mereka lebih suka mengajak teman untuk liburan bersama.

Sebanyak 81% orang Indonesia bepergian bersama keluarga inti selama setahun terakhir, 31% bersama keluarga besar, 54% bersama kakek-nenek atau cucu.

Lebih suka menginap di hotel daripada pilihan penginapan lainnya

Liburan keluarga. (Agoda)
Liburan keluarga. (Agoda)

Riset tentang tren wisata keluarga ini juga menunjukkan bahwa hotel masih menjadi pilihan akomodasi terbaik.

Berbagai alasan seperti biaya, keamanan dan aktivitas menjadi faktor penentu mereka memilih hotel daripada homestay, Bed&Breakfast, dan resort.

Quality time bareng keluarga menjadi motivasi wisata bareng keluarga
Rutinitas sehari-hari seperti bekerja dan sekolah cukup menyita waktu untuk bercengkrama bersama keluarga.

Maka dari itu liburan bersama keluarga menjadi sangat penting untuk dilakukan.

Selain itu ada yang wisata keluarga untuk relaksasi, dan mencoba hal baru.

Wisatawan Indonesia ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga (68%), relaksasi (52%), dan mencoba hal baru (49%) ketika liburan keluarga.

Yang paling ditakuti saat wisata bareng keluarga

Liburan keluarga. (Agoda)
Liburan keluarga. (Agoda)

Survei Agoda tentang tren wisata bersama keluarga ini juga mengungkap berbagai hal yang paling ditakuti saat liburan.

Diantaranya adalah sakit, kualitas akomodasi dan perselisihan antara anggota keluarga. Namun tampaknya sebanyak 27% wisatawan Inggris mengaku tidak khawatir pada apapun.

Tiga kekhawatiran utama orang Indonesia saat liburan keluarga adalah sakit (47%), kualitas akomodasi (19%), dan perbedaan pendapat dengan anggota keluarga lain (13%).

Berita Terkait

Berita Terkini