Travel

Aksinya Hebohkan Dunia, Ini 6 Karya Bansky di Seluruh Dunia

Hail, Bansky!

Dany Garjito | Aditya Prasanda

Karya Bansky (Wikimedia Commons  Infrogmation of New Orleans)
Karya Bansky (Wikimedia Commons Infrogmation of New Orleans)

Guideku.com - Baru-baru ini, jagad seni rupa dihebohkan dengan prank yang diunggah seniman jalanan legendaris, Bansky.

Salah satu lukisan fenomenalnya, 'Girl with Ballon' tak diduga terpotong secara otomatis bak keju serut saat lukisan tersebut resmi terjual seharga Rp 19 Miliar di acara pelelangan Sotheby, Sabtu (6/10/2018).

Saat juru lelang mengetuk palu tanda lukisan Bansky resmi dimiliki seorang pembeli yang dirahasiakan namanya, lukisan itu mendadak bergerak keluar dari kaca, turun dan terpotong secara otomatis.

Melalui akun instagramnya, Bansky mengungkapkan aksi ini telah ia siapkan jauh beberapa tahun sebelumnya.

(Instagram Bansky)
(Instagram Bansky)

Melalui sebuah pernyataan singkat dan keras, Bansky menulis, ''Hasrat untuk menghancurkan sesuatu merupakan salah satu gejolak kreativitas,'' tulisnya mengutip Pablo Picasso.

Sebelum aksinya viral, Bansky memang dikenal dan disegani sebagai salah satu seniman jalanan paling berpengaruh dalam jagat street art, betapapun ia selalu merahasiakan identitasnya.

Karya-karyanya yang sarat dengan kritik sosial dan politik berserakan di banyak dinding jalanan, dari Bristol hingga Palestina.

Banyak di antaranya menjadi simbol perlawanan jutaan orang, sementara beberapa yang lain terjual dengan harga miliaran dan dikoleksi selebritis dunia macam Angelina Jolie, Brad Pitt hingga Paul Smith.

Guideku.com mengajak sobat traveler untuk mengunjungi karya-karya Bansky yang tersebar di penjuru dunia berikut:

1. Rage Flower Thrower, Bethlehem

Rage Flower Thrower (Wikimedia Commons Little Tiny Fish)
Rage Flower Thrower (Wikimedia Commons Little Tiny Fish)

Bethlehem merupakan salah satu saksi bisu bentrokan antara Palestina dan Israel.

Bansky mengguratkan salah satu karyanya berjudul 'Rage Flower Thrower' di dinding Bethlehem dan menjelma simbol perdamaian disana.

2. One Nation Under CCTV, London

One Nation Under CCTV (Wikimedia Commons Oogiboig)
One Nation Under CCTV (Wikimedia Commons Oogiboig)

Terpampang begitu lebar dan besar di sebuah dinding berpagar yang tak jauh dari pengawasan CCTV, banyak orang yang kebingungan bagaimana karya ini bisa digurat tanpa ada yang melihat satupun.

Kritikan pedas bertuliskan 'One Nation Under CCTV' itu diguratkan Bansky tahun 2008 di dinding bangunan tiga lantai, Royal Mail.

Sayangnya, sebab diciptakan tanpa izin, Otoritas Kota Westminster, London akhirnya menghapus karya tersebut.

BACA JUGA: 5 Kota Street Art Paling Nyeni di Dunia, Anak Artsy Kudu ke Sini!

3. Man Hanging from Window, Bristol

(Instagram Bansky Archive)
(Instagram Bansky Archive)

Karya ini menampilkan seorang pria yang bergelantungan di jendela setelah berusaha kabur sebab kedapatan berselingkuh dengan istri orang.

Terpampang begitu besar di sebuah dinding raksasa milik klinik kesehatan di Jalan Frogmore, Bristol, Inggris.

4. Sweep it Under the Carpet, London

(Instagram Bansky Archive)
(Instagram Bansky Archive)

Pertama kali muncul di Chalk Farm, London tahun 2006, karya ini dianggap merepresentasikan protes terkait absennya pemerintah Inggris dalam menangani berbagai isu global, salah satunya AIDS di Afrika.

'Sweep it Under the Carpet' juga sempat digunakan untuk berkolaborasi bersama seniman Damien Hirst dan laku dilelang seharga 1,8 juta dollar atau setara Rp 276 miliar.

5. There is Always Hope, London

(Instagram Bansky Archive)
(Instagram Bansky Archive)

Karya ini acap disebut sebagai karya Bansky yang paling ikonik.

Dipublikasikan tahun 2002, 'There is Always Hope' menampilkan anak perempuan yang tengah meraih balon berbentuk hati.

6. Cut it Out, Palestina

(Instagram Bansky Archive)
(Instagram Bansky Archive)

'Cut it Out' ini disebut sebagai karya Bansky yang paling sederhana, menampilkan garis berlubang dengan gambar gunting.

Diguratkan di dinding West Bank, karya ini menyimbolkan dukungan bagi warga setempat untuk mendobrak tembok pembatas dan kembali bersatu sebagai manusia.

Berita Terkait

Berita Terkini