Travel

Penumpang Lion Air JT 610 Tuntas Baca Quran 1 Juz Sebelum Jatuh

Semoga engkau diberikan tempat yang terbaik disisi-Nya.

Dany Garjito

Ilustrasi berdoa. (Unsplash/Nathan Dumlao)
Ilustrasi berdoa. (Unsplash/Nathan Dumlao)

Guideku.com - Penumpang pesawat Lion Air JT 610 menuntaskan baca Al Quran satu Juz sebelum pesawat jatuh di perairan Tanjung Karawang.   

Tri Haska Hafidzi menyentuh layar telepon genggam memakai ujung jari jempolnya. Ia baru saja melaporkan kewajibannya pada pukul 05.46 pagi. Entah di ruang tunggu terminal Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng atau di dalam kabin pesawat Lion Air JT-610, ia memberi tanda centang hijau pada daftar yang tersedia.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagai anggota grup WhatsApp ''DJP Bertilawah P2humas'', Haska sudah menyelesaikan tugasnya membaca Alquran satu juz dalam sepekan.

Grup WhatsApp DJP Bertilawah P2humas ini merupakan kumpulan pegawai Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2humas), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang berkomitmen untuk menyelesaikan membaca Alquran ''One Week One Juz'' sejak 2017. Dibentuk saat gerakan ''Pajak Bertilawah'', kali pertama diluncurkan tahun lalu.

Haska terakhir terlihat online pada 05.56 WIB. Haska menjadi salah satu dari 189 penumpang Lion Air JT-610 jurusan Jakarta-Pangkalpinang yang lepas landas pada 06.20 WIB dan jatuh di perairan Tanjung Karawang pada 06.31 WIB,Senin, 29 Oktober 2018.

Rutin setiap Senin Subuh, Haska menjalani kebiasaan mingguannya. Jumat malam pulang ke Jakarta, karena istri dan dua anaknya tinggal di Jakarta.

Tri Haska Hafidzi, satu korban Lion Air JT 610. [Beritajatim]
Tri Haska Hafidzi, satu korban Lion Air JT 610. [Beritajatim]

 

Minggu malam atau Senin pagi, Haska terbang kembali menuju Pangkalpinang sebagai Pemeriksa Pajak di Kantor Pelayanan Pajak (Pratama) Pangkalpinang.

Pada hari pesawat jatuh tersebut, Haska tercatat menjadi satu dari tujuh pegawai KPP Pratama Pangkalpinang yang memiliki jadwal sama untuk terbang, selain lima pegawai lainnya dari KPP Pratama Bangka.

Secara keseluruhan, DJP kehilangan dua belas pegawai terbaiknya. Apabila digabung dengan jumlah korban dari unit eselon satu lainnya di Kementerian Keuangan, maka total ada 20 korban jiwa.

Haska di mata teman-temannya, bisa dilihat di halaman selanjutnya.

Berita Terkait

Berita Terkini