Travel

'Tuhan Mencintai Kalian', Ucap Turis Sebelum Dihujani Panah

Lelaki ini punya misi mulia

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi turis berlari. (Unsplash/Mitchell Orr)
Ilustrasi turis berlari. (Unsplash/Mitchell Orr)

Guideku.com - Sebelumnya, diberitakan seorang turis Amerika tewas di Pulau Sentinel yang notabene merupakan pulau terlarang di kawasan India.

Turis bernama John Chau tersebut diketahui mengunjungi Pulau Sentinel yang ada di Kepulauan Andaman secara ilegal. Chau meminta seorang nelayan untuk mengantarnya ke sana.

Meski begitu, rupanya kedatangan John Chau ke Pulau Sentinel bukan karena rasa iseng atau penasaran semata. Alih-alih, lelaki berusia 27 tahun ini punya misi mulia.

Pulau Sentinel (Wikimedia Commons)
Pulau Sentinel (Wikimedia Commons)

 

''Kalian boleh menganggapku gila, tapi menurutku ini adalah tindakan yang layak dilakukan. Aku ingin memperkenalkan Yesus kepada mereka,'' tulisnya dalam surat yang ditinggalkan Chau pada orangtuanya.

''Tolong jangan marah pada mereka atau pada Tuhan jika aku berakhir dibunuh,'' tambahnya.

Diketahui, John Chau rupanya memang merupakan seorang misionaris agama Kristen yang bertujuan untuk datang ke Pulau Sentinel dalam damai. Chau bahkan membawa ikan dan bola sepak sebagai hadiah bagi mereka.

Sayangnya, nahas bagi Chau, suku Sentinel yang dikenal tertutup memutuskan untuk memanah Chau hingga tewas.

Sempat dilaporkan bahwa seorang nelayan melihat tubuh Chau yang tewas di perairan dekat Pulau Sentinel. Namun, laporan terbaru menyatakan bahwa nelayan tersebut melihat Suku Sentinel tengah menguburkan tubuh Chau di pesisir pantai.

Sementara itu, keluarga Chau menyatakan bahwa, ''Chau tidak memiliki maksud apa-apa kecuali membawa pesan damai ke Suku Sentinel. Kami memaafkan mereka yang bertanggung jawab atas kematiannya.''

Hingga saat ini, pihak berwenang India masih berkonsultasi dengan antropologi dan para ahli untuk mencari cara membawa pulang jenazah John Chau kepada keluarganya.

Berita Terkait

Berita Terkini