Travel

Cinta Bersemi di Waterbom, Dua Bocah Nikah Muda Tuai Polemik

Pernikahan mereka sempat dikira perayaan ulang tahun.

Dany Garjito

Ilustrasi Waterbom. (Pixabay/100YDesign)
Ilustrasi Waterbom. (Pixabay/100YDesign)

Guideku.com - Cinta memang datangnya tak mengenal tempat dan waktu. Seperti misalnya yang belakangan ini viral di media sosial ada dua anak kecil yang cinta lokasi atau cinlok di waterbom.

Tak hanya sebatas jatuh cinta ala cinta monyet, keduanya pun memutuskan menikah dalam usia yang masih terlalu muda. Istrinya umur 14 tahun dan suaminya baru berumur 9 tahun. 

Postingan ini pertama kali diunggah oleh akun @makassar_info, Pernikahan usia anak yang diketahui bernama Asma Wilgalbi dan Habibie ini digelar pada 16 Desember 2018. Hal itu terlihat dari banner atau poster yang ada pada panggung pelaminan.

''Mereka berdua pertama kali bertemu saat main waterboom di permandian... bagaimana kalian yang pacaran bertahun-tahun tapi tak kunjung di nikahi... jangankan mau dinikahi di berikan kepastian saja tidak pernah...Kisah : Asma Wilgalbi Habibie (16 Desember 2018),'' tulis admin dalam keterangan foto.

Sontak netizen yang awalnya mengira acara ulang tahun ini dibuat geleng-geleng kepala karena setelah dicermati sepasang anak laki-laki dan perempuan ini bersanding bersama layaknya di atas pelaminan.

''Udh sunat blm dese?'' seru netizen.

''Seperti rayakan ultah bukan wedding party,'' beber netizen lain.

Menurut definisi UNICEF, perkawinan usia anak adalah yang dilakukan sebelum mencapai usia dewasa, yaitu 18 tahun.

Pernikahan usia anak di Indonesia terjadi memang dilandasi berbagai faktor, mulai dari pengaruh adat istiadat hingga suka sama suka. Namun tentu saja karena terjadi di usia anak-anak, akan ada dampak kesehatan yang muncul akibat pernikahan dini tersebut.

BACA JUGA: Nikah, DJ Butterfly Pamer Kamar Hotel, Netizen: Siap Wik Wik Wik

Salah satu risikonya adalah kanker serviks. Dikutip dari Suara.com, dokter sub-spesialis Obstetri dan Ginekologi Onkologi dari RSCM Jakarta, Prof. dr. Andrijono, menyampaikan bahwa pernikahan usia anak dapat meningkatkan risiko kanker serviks pada pihak perempuan.

''Salah satu teorinya kalau menikah dengan usia yang masih muda sekali itu rentan terkena kanker serviks. Alasannya usia serviks masih terlalu muda sehingga mudah dipenetrasi oleh virus,'' ujar dr Andrijono pada Suara.com beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Resepsi Berubah Kocak, Pedagang Cilok Seenak Perut Nyelonong

Seperti diketahui kanker serviks terjadi karena penularan virus HPV melalui hubungan seks. Dari 100 jenis tipe virus HPV, Prof Andrijono mengatakan bahwa HPV tipe 16, 18 dan 52 yang paling sering menyebabkan kanker serviks. Biasanya virus ini ditularkan melalui hubungan seksual dengan penderita.

''Tanpa pernikahan dini prevalensi kanker serviks juga sudah tinggi apalagi jika ditambah banyaknya pernikahan di bawah umur. Sehingga kita setuju kalau pemerintah menaikkan batas usia pernikahan menjadi 17 tahun,'' tambah dia.

BACA JUGA: Viral Bos Jamu Jago Menikah, Beda Umur dengan Mempelai 36 Tahun

Sementara itu di sisi lain, dokter spesialis anak Dr dr Soedjatmiko, SpA(K), MSi menuturkan jika pernikahan usia anak juga bisa memicu calon buah hati mereka terlahir stunting. Padahal Indonesia sedang gencar-gencarnya memerangi stunting lewat intervensi perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

Soedjatmiko mengatakan, kalau remaja sudah hamil maka janinnya berisiko akan kurang gizi, kurang iodium, anemia dan pendidikan rendah. Kalau siklus ini tidak dihentikan maka 30 persen generasi mendatang akan jelek. 

Tuh genks, jatuh cinta boleh saja, mau jatuh cinta di waterbom, tempat wisata, atau di manapun sah-sah saja. Tapi sebaiknya pertimbangin dulu baik buruknya jika untuk memutuskan menikah dini.

SUARA.com/Ade Indra Kusuma

Artikel sudah dimuat di SUARA.com dengan judul: Cinlok di Waterbom Pernikahan Usia Anak Kembali Terjadi, Ini Kata Pakar

Berita Terkait

Berita Terkini