Travel

Terjadi Lagi, Seorang Pilot Kepergok Mabuk Satu Jam Sebelum Penerbangan

Penerbangan sempat tertunda sampai 17 menit lamannya.

Dinar Surya Oktarini | Arendya Nariswari

Ilustrasi pilot (Unsplash/Jon Flobrant)
Ilustrasi pilot (Unsplash/Jon Flobrant)

Guideku.com - Di Jepang mungkin lazim bagi banyak orang untuk merayakan malam tahun baru dengan berpesta.

Namun untuk orang-orang tertentu, waktu malam tahun baru seharusnya dirayakan dengan beristirahat dan bercengkrama bersama keluarga dan sahabat di rumah.

Apa lagi, jika kalian terikat kontrak bekerja di musim liburan, ada baiknya untuk tidak mengonsumsi minuman beralkohol terlebih hingga mabuk.

Dilansir Guideku.com dari laman Sora News 24, seorang pilot ditahan oleh petugas bandara karena menunjukkan keadaan di bawah pengaruh minuman beralkohol pada Rabu (3/1/19).

Pilot ANA Wings ini gagal ketika menjalani breath test pra penerbangan di Bandara Itami, Osaka.

Akhirnya sang pilot yang berusia sekitar 40 tahun ini mengaku bahwa malam sebelumnya dirinya meminum dua koktail.

Ilustrasi kokpit pesawat. (Unsplash/Dan Lohmar)
Ilustrasi kokpit pesawat. (Unsplash/Dan Lohmar)

 

Pilot tersebut mengklaim bahwa dirinya hanya mengonsumsi dua minuman sebelum jam 7 malam.

Pedoman internal ANA Wings sendiri memiliki aturan bahwa karyawan harus memberikan waktu kurang lebih delapan jam untuk memproses 40 gram alkohol dalam tubuh.

Karena khawatir akan kesalahan teknis, maka breath test diulangi kembali mengguna mesin berbeda.

Sayang, mesin menunjukkan kembali bahwa pilot ini positif mengonsumsi minuman beralkohol.

Akhirnya penerbangan menuju Miyazaki terpaksa digantikan oleh pilot lain.

Akibat pilot pesawat mabuk ini, waktu penerbangan menjadi tertunda hingga 17 menit.

Ilustrasi Alasan Mengapa Pesawat Sering Terbang di Atas Laut. (Unsplash/Yu Kato)
Ilustrasi Pesawat. (Unsplash/Yu Kato)

 

Anehnya, salah seorang perwira pertama pesawat yang malam itu minum dengan si pilot pada malam itu berhasil lulus breath test tanpa masalah dan diizinkan untuk bekerja seperti biasa.

Ada kemungkinan pilot tidak jujur mengatakan tidak minum apapun setelah jam 7 malam.

Namun tidak menutup kemungkinan juga kemampuan tubuhnya dalam memproses alkohol cukup rendah sehingga dua gelas minuman saja sudah membuatnya mabuk setengah hari.

Mengingat skandal terkait alkohol sedang marak di industri penerbangan Jepang, ada kemungkinan pihak berkepentingan akan memberlakukan kebijakan dislipiner yang lebih ketat.

Berita Terkait

Berita Terkini