Travel

Miris, Orangutan Ini Berusaha Lawan Ekskavator yang Hancurkan Rumahnya

Satwa langka ini tak terima tempat tinggalnya dirusak.

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Ilustrasi Orangutan. (Pixabay)
Ilustrasi Orangutan. (Pixabay)

Guideku.com - Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan kemarahan orangutan yang marah karena rumahnya dirusak segerombolan orang dengan sebuah ekskavator.

Orangutan ini beberapa kali mencoba memanjat ekskavator tetapi selalu terjatuh.

Tubuhnya gemetar diguyur hujan waktu itu.

Orang-orang yang mengendalikan ekskavator sambil terus menebang pohon seakan tak bergeming dengan kemarahan si orangutan.

Pepohonan dan hutan sekitarnya telah hancur.

Video rumah orangutan dirusak ekskavator ini tentunya mengundang rasa prihatin dari banyak pihak.

Miris, Orang Utan Ini Berusaha Lawan Ekskavator yang Hancurkan Rumahnya. (Facebook/International Animal Rescue)
Miris, Orangutan Ini Berusaha Lawan Ekskavator yang Hancurkan Rumahnya. (Facebook/International Animal Rescue)

 

Dilansir Guideku.com dari laman Thinking Humanity, kejadian ini terekam kamera di wilayah Kalimantan Barat.

Hutan Sungai Putri yang menjadi habitat asli orangutan, luluh lantak akibat tangan-tangan pembalakan liar.

Beruntung, International Animal Rescue (IAR) yang ada di tempat waktu itu berhasil menyelamatkan si orangutan.

Mereka memindahkannya ke sebuah hutan terpencil yang dilindungi.

Menyedihkan memang, peristiwa ini telah sering terjadi di Indonesia.

 

Miris, Orang Utan Ini Berusaha Lawan Ekskavator yang Hancurkan Rumahnya. (Facebook/International Animal Rescue)
Miris, Orangutan Ini Berusaha Lawan Ekskavator yang Hancurkan Rumahnya. (Facebook/International Animal Rescue)

 

''Deforestasi telah menyebabkan turunnya populasi orangutan dan hancurnya habitat, mereka dibiarkan kelaparan hingga mati,'' ungkap IAR.

Pembalakan liar ini terus dilakukan untuk perluasan perkebunan kelapa sawit serta pembangunan proyek lainnya.

Sejak 1970, terhitung orangutan telah kehilangan habitat asli karena ulah pembalakan liar.

IAR kini secara aktif bekerja di Indonesia dengan upaya turut melindungi rumah orangutan ini.

Berita Terkait

Berita Terkini