Travel

Kisah Mengejutkan dari Penyintas Tragedi Kapal Nahas Titanic

Publik syok. Sebab, jumlah korban akibat peristiwa tersebut sangat banyak.

Rendy Adrikni Sadikin

Kapal Titanic. [Shutterstock]
Kapal Titanic. [Shutterstock]

Guideku.com - Tenggelamnya kapal Titanic merupakan tinta paling hitam dalam sejarah dunia kemaritiman. Banyak orang terkenal di antara korban maupun penyintas tragedi tersebut.

Seperti dikutip Guideku.com dari Feedytv.com, Selasa (22/1/2019), dunia mencatat bahwa peristiwa yang terjadi pada 15 April 1912 itu menjadi salah satu tragedi paling buruk dalam sejarah.

Publik syok. Sebab, jumlah korban akibat peristiwa tersebut sangat banyak. Tercatat, sebanyak 1.500 dari 2.224 penumpang maupun kru di kapal Titanic tewas dalam tragedi tersebut.

Yang selamat dari tragedi itu hanya lebih dari 700 orang. Meski demikian, ratusan orang tersebut mengalami trauma berat setelah menempuh perjalanan mematikan itu.

Kisah para penyintas dikisahkan oleh keluarga Speddens. Saat peristiwa tersebut, Robert Spedden masih berusia 6 tahun. Itu merupakan perjalanan pertamanya. Dia bersama ayah dan ibunya.

Ketika Titanic tenggelam, perempuan dan anak-anak diprioritaskan di sekoci pertama. Karena Spedden masih belia, sang ibu berupaya menenangkannya supaya tidak panik.

Alih-alih berkata jujur tentang kapal tenggelam, ibu Spedden mengatakan bahwa mereka akan menatap bintang-bintang. Spedden pun mulai tenang dan terlelap. Karena itu, mereka selamat.

Ada juga kisah dari dua bocah Navratil yang selamat dari kapal tenggelam tersebut. Navratil ketika itu membawa kedua anak laki-lakinya setelah sang istri menang perwalian di pengadilan.

Diam-diam dan tanpa sepengetahuan sang istri, Navratil membawa kedua anaknya berpesiar menggunakan Kapal Titanic.

Saat Titanic menabrak gunung es, Navratil menyelimuti kedua anaknya supaya terasa hangat sebelum mengirim mereka ke sekoci penyelamat. Sementara, Navratil tenggelam bersama Titanic.

Setelah tragedi, ibu dari kedua bocah Navratil membaca berita tentang anaknya di surat kabar. Jadi, dia langsung bergegas dari Prancis ke Amerika Serikat untuk membawa mereka pulang.

Berita Terkait

Berita Terkini