Travel

10 Years Challenge: 5 Potret Keadaan Bumi nan Kian Miris

Bumiku sayang, bumiku malang.

Dany Garjito | Aditya Prasanda

(Unsplash Adolfo Felix)
(Unsplash Adolfo Felix)

Guideku.com - Sepuluh tahun berlalu, perubahan iklim nan drastis berdampak begitu besar pada segala aspek lingkungan, tak terkecuali di Antartika.

Hari ini, salju di Antartika tampak kian menipis dibanding sepuluh tahun sebelumnya.

(Twitter Mesut Ozil)
(Twitter Mesut Ozil)

 

Hal serupa juga terjadi di Swiss. Di Rhone Glacier misalnya, sebuah gletser di Pegunungan Alpen Swiss yang terkenal dengan lanskap alamnya nan menakjubkan tersebut hari ini terlihat kian mencair dan menipis, begitu berbeda dengan sepuluh tahun sebelumnya jika menilik laporan SDG Academy.

(Twitter SDG Academy)
(Twitter SDG Academy)

 

Begitu pula berbagai penampakan di sudut-sudut semesta lainnya. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut Guideku.com sajikan perbedaan keadaan bumi dalam kurun 10 tahun terakhir.

Kondisi mahluk kutub kian mengenaskan

Pemanasan global yang berdampak langsung pada Antartika juga menyebabkan rantai makanan di kawasan ini jadi terganggu.

Hal ini tampak dalam laporan akun Instagram Green Me.

Hutan gundul dimana-dimana

(Twitter Neo Petara)
(Twitter Neo Petara)

 

Sementara itu di kawasan hijau bumi, deforestasi tak terhindarkan.

Di Kalimantan, berbagai lahan hijau digubah menjadi perkebunan kelapa sawit.

WWF, organisasi yang menangani permasalahan lingkungan di dunia menyebut Hutan Kalimantan dapat menyusut hingga 75 persen pada 2020 dan dapat kehilangan 10 hingga 13 juta hektar lahan hijau dalam kurun waktu 2015 hingga 2020 jika deforestasi tak dihentikan.

Terumbu karang kian rusak

(Twitter Gie Canseco)
(Twitter Gie Canseco)

 

Tak hanya di daratan, terumbu karang di lautan juga mengalami kerusakan.

Perubahan signifikan dalam sepuluh tahun terakhir tersebut tampak dalam unggahan Twitter akun Gie Canseco.

Berita Terkait

Berita Terkini