Perekat Persaudaraan, Menyimak Tradisi Cium Hidung Henge'do di NTT

Jalin kekeluargaan, seutas salam melalui hidung.

Vika Widiastuti | Aditya Prasanda
Senin, 25 Februari 2019 | 07:00 WIB
Perekat Persaudaraan, Menyimak Tradisi Cium Hidung Henge'do di NTT

Perekat Persaudaraan, Menyimak Tradisi Cium Hidung Henge'do di NTT

guideku.com - Di kalangan masyarakat Sabu Raijua yang mendiami Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur, tali persaudaraan diikat dengan seutas salam berupa cium hidung, Henge'do.

Tradisi ini dapat dilakukan kapan saja, dan dimana saja, dengan siapa pun tanpa memandang derajat, usia dan status sosial seseorang.

Hidung merupakan alat pernapasan yang lekat dengan kehidupan. Masyarakat Sabu Raijua memaknai Henge'do sebagai cara untuk menghidupkan rasa kekeluargaan antar manusia.

(Instagram Andreopa)
(Instagram Andreopa)

 

Tak hanya perekat jalin persaudaraan, Henge'do juga dimaknai sebagai tanda penghormatan orang yang lebih muda pada mereka yang lebih tua.

Baca Juga: Mengintip 4 Fakta Gunung Chimgan, Lokasi Syuting Ziggy Zagga Gen Halilintar

Selain masyarakat Sabu Raijua, tradisi serupa juga dapat kita temukan dilakukan Suku Maori di Selandia Baru.

(Instagram Christine Losana)
(Instagram Christine Losana)

 

Tertarik bersalaman ala Henge'do?

×
Zoomed
TERKINI