Travel

Lewatkan Sarapan, Pasangan Turis Ini Selamat dari Ledakan Bom di Sri Lanka

Keduanya kehabisan kata-kata saat mendengar dentuman suara bom.

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Ilustrasi pasangan. (Pixabay/zstupar)
Ilustrasi pasangan. (Pixabay/zstupar)

Guideku.com - Pasangan turis asal Hong Kong kehabisan kata-kata saat mengetahui mereka berhasil lolos dari ledakan bom di Sri Lanka akibat terlambat bangun dan melewatkan waktu sarapan.

Wanita bernama Wu Li-Chun yang berprofesi sebagai instruktur yoga ini awalnya mencoba untuk membangunkan sang suami di kamar mereka pada pukul 8.45.

Saat duduk di dekat jendela, tiba-tiba mereka menyaksikan bom mengguncang hotel Shangri-La yang ditempati keduannya.

Restoran di hotel Shangri-La menjadi salah satu sasaran pelaku bom bunuh diri tersebut.

Tak sedikit turis yang meninggal dunia akibat ledakan bom Sri Lanka, Minggu (21/4/19).

''Jika kita bangun setengah jam sebelumnya dan pergi ke restoran, itu bisa saja kita,'' ungkap Wu kepada Asia One.

Usai mengetahui kejadian tersebut, Wu dan suaminya bergegas melarikan diri dari Colombo dengan bantuan tour guide pribadi mereka.

Ilustrasi Pasangan Traveler (Pixabay/Daniel_Nebreda)
Ilustrasi Pasangan Traveler (Pixabay/Daniel_Nebreda)

 

Saat bom pertama meledak, pasangan tersebut mengetahui ada sesuatu yang tidak beres.

''Suara itu sangat keras, hampir seperti sesuatu jatuh dari gedung hotel,'' sebut Wu.

''Tapi itu sangat tidak biasa, bukan seperti kesalahan konstruksi pada umumnya,'' imbuh sang suami.

Lima menit kemudian, bom kedua meledak dan lantai kamar Wu bergetar keras.

Saat mencoba membuka jendela, Wu melihat petugas hotel mendesak para tamu meninggalkan kolam renang.

''Air mancur di pintu masuk hotel hancur karena terkena pecahan kaca dari gedung,'' tambahnya.

Mereka sangat ketakutan kala alarm kebakaran hotel berbunyi.

Tiba-tiba seorang petugas keamanan mendobrak pintu kamar keduanya, dan menyuruh mereka untuk pergi.

Hanya berbekal uang tunai dan ponsel, Wu dan sang suami berlari menuruni 13 lantai hotel melalui tangga darurat.

Kaca-kaca berserakan di tanah, mencoba menepis rasa takut pasangan ini melewati para korban yang berlumuran darah.

Keduanya kemudian berlari ke tempat parkir hotel yang dipenuhi dengan personel militer dan ambulans.

Ilustrasi turis berlari. (Unsplash/Mitchell Orr)
Ilustrasi turis berlari. (Unsplash/Mitchell Orr)

 

Wu juga menyebutkan bahwa limusin hotel digunakan untuk mengevakuasi turis yang terluka dan bersimbah darah.

Setelah menunggu satu jam, tour guide pribadi mereka datang untuk menyelamatkan keduanya.

Tour guide ini membawa Wu dan suaminya ke sebuah rumah yang aman dan jauh dari pusat kota.

Meskipun merasa ngeri, pasangan tersebut memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan mereka sesuai rencana.

Pasangan turis ini bahkan sempat memuji kebaikan orang-orang Sri Lanka.

''Orang Sri Lanka yang kita temui adalah orang paling ramah dan damai,'' sebut suami Wu.

''Itu hanya sejumlah kecil ekstremis agama radikal yang melakukan kejahatan mengerikan. Kami tidak akan membiarkan ini menghalangi kami. Kami pasti akan mempertimbangkan untuk kembali ke sini (Sri Lanka) lagi,'' tutupnya.

Berita Terkait

Berita Terkini