Travel

Jadi Situs Wisata Religi, 4 Lokasi Ini Malah Bikin Merinding

Berbeda dengan wisata religi lain, 4 tempat ibadah ini menawarkan kesan seram.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Destinasi wisata religi menyeramkan ((instagram.commuseocappellasansevero)
Destinasi wisata religi menyeramkan ((instagram.commuseocappellasansevero)

Guideku.com - Wisata religi merupakan tren yang terus berkembang hingga kini. Bukan cuma untuk berdoa, berbagai tempat ibadah pun kini turut dijadikan situs wisata religi.

Mulai dari masjid, katedral, hingga kuil, wisata ke tempat ibadah biasanya identik dengan suasana yang damai sekaligus tenang.

Tidak hanya itu, wisatawan pun bisa melihat aneka dekorasi berbau religius serta belajar meningkatkan toleransi keagamaan.

Namun, pernahkan kamu menemukan destinasi wisata religi yang malah membuatmu bergidik alih-alih damai?

Dilansir dari laman Asia One, inilah 4 destinasi religi ini punya kesan seram sekaligus bisa membuat turis merinding ketakutan.

1. Kuil Dainichibo, Jepang

Destinasi wisata religi menyeramkan (youtube.com/Rare Earth)
Destinasi wisata religi menyeramkan (youtube.com/Rare Earth)

Berbeda dengan kuil lain di Jepang yang biasanya dihiasi patung, kuil Dainichibo di Yamagata ini juga dijuluki dengan kuil mumi.

Hanya di kuil ini, pengunjung bisa melihat langsung para biksu yang sudah dijadikan mumi. Konon, 16 biksu ini dimumikan karena mereka dipercaya sebagai Buddha yang hidup kembali.

Uniknya, proses mumifikasi yang dinamakan sokushinbutsu dan dipercaya dapat menjadi jembatan antara dunia fana dengan alam baka ini adalah proses mumifikasi diri sendiri.

Para biksu yang menjalani proses ini diharuskan untuk diet 1.000 hari dan hanya memakan kacang, biji-bijian, duri pinus, serta racun dari pernis.

Kemudian, mereka akan menunggu kematian di dalam peti mati agar mendapat pencerahan abadi.

2. Kuil Karni Mata, India

Destinasi wisata religi menyeramkan (Google Maps)
Destinasi wisata religi menyeramkan (Google Maps)

Dari luar, kuil Karni Mata mungkin tidak terlihat berbahaya atau menakutkan.

Namun, begitu masuk ke dalam kuil ini, turis akan disambut dengan mangkuk-mangkuk berisi susu hingga biji-bijian yang khusus disediakan bagi 25.000 tikus penghuni kuil Karni Mata.

Ya, di kuil ini, tikus dipercaya sebagai reinkarnasi Karni Mata atau perwujudan dewa Durga.

Karena itulah, tikus sangat dilindungi di kuil ini dan sisa makanan mereka dianggap membawa berkah. Bahkan, peziarah yang memakan sisa makanan tersebut dipercaya akan mendapat keberuntungan.

3. Snake Pagoda, Myanmar

Destinasi wisata religi menyeramkan (Google Maps)
Destinasi wisata religi menyeramkan (Google Maps)

Dari namanya, pagoda di Myanmar ini jelas tidak ditujukan pada travelers yang punya phobia terhadap ular.

Hal ini dikarenakan Snake Pagoda adalah rumah dari dua ekor ular piton raksasa yang dipelihara oleh para biksu di sana.

Menurut legenda, kedua ular piton tersebut awalnya membelit patung Buddha yang ada saat Snake Pagoda tengah dibangun. Namun, meski sudah disingkirkan, ular-ular itu terus kembali.

Pada akhirnya, para biksu pun mengalah dan menganggap bahwa ular-ular itu adalah reinkarnasi dari biksu lain yang dulu menghuni pagoda tua di sana.

Tak hanya itu, kedua ular piton ini juga mendapat perlakuan eksklusif seperti mandi dengan air kelopak bunga mawar dan dikeringkan dengan lembaran uang donasi.

4. Cappella Sansevero Museum, Italia

Destinasi wisata religi menyeramkan ((instagram.commuseocappellasansevero)
Destinasi wisata religi menyeramkan ((instagram.commuseocappellasansevero)

Terakhir, ada Capella Sansevero Museum atau sebuah kapel sekaligus museum yang terletak di jantung kota Italia.

Layaknya kapel atau katedral lain di Italia, Capella Sansevero ini juga memiliki arsitektur yang megah, menawan, dan didominasi warna emas.

Namun, di kapel ini juga, terdapat dua Anatomical Machines atau tubuh manusia yang sudah dikuliti namun memiliki pembuluh darah yang masih lengkap.

Dikisahkan, kedua Anatomical Machines ini merupakan hasil eksperimen yang dilakukan pada kedua pelayan di kapel. Saat itu, besi cair dimasukkan ke pembuluh darah mereka dalam keadaan hidup-hidup.

Meski begitu, studi terbaru menyebutkan jika eksperimen tersebut tidak benar adanya.

Berita Terkait

Berita Terkini