Travel

Warga di 4 Kawasan Ini Disediakan Rumah, Bahkan Sampai Digaji Ratusan Juta

Berminat?

Dany Garjito | Aditya Prasanda

Ilustrasi. (Google Maps)
Ilustrasi. (Google Maps)

Guideku.com - Nyaris setiap tahun, Antikythera, pulau kecil yang diapit Pulau Kreta dan Peloponnesos di Yunani kehilangan penduduknya.

Sensus terakhir menyebut jumlah penduduk di pulau ini mencapai 20 orang. Sementara pencapaian terbaik Antikythera, pernah suatu kali dihuni sekitar 40 orang di musim panas.

Jumlahnya akan kembali menyusut sebab banyak generasi muda yang memilih menetap di pulau lain di sekitar Antikythera.

Angka kelahiran yang menurun serta kian sedikitnya jumlah penduduk yang mau bertahan di Antikythera, membuat pulau ini mayoritas dihuni generasi tua.

Demi menarik minat wisatawan menetap di pulau ini, otoritas Yunani menelurkan gagasan menggaji traveler yang mau menetap di Antikythera.

Antikythera (Wikimedia Commons Jimmy Oneill)
Antikythera (Wikimedia Commons Jimmy Oneill)

 

Gereja Ortodoks Yunani bahkan mau menjadi sponsor dan menggaji traveler yang mau menetap di pulau ini selama tiga tahun ke depan.

Tak tanggung-tanggung, mereka yang bersedia menetap di Antikythera akan digaji senilai 500 Euro atau nyaris Rp 8 juta setiap bulannya.

Selain Antikythera, deretan kawasan berikut juga mencari penduduk yang siap digaji guna menetap dan memperbanyak populasi kawasan tersebut. Beberapa di antaranya dihimpun Guideku.com di sini. Apa saja?

Vermont di Amerika Serikat

Salah satu kota dengan populasi penduduk terkecil di dunia ini bernama Vermont.

Jumlah penduduknya yang sedikit, membuat otoritas Vermont putar otak mencari penduduk yang siap digaji dan bersedia menetap di kota ini.

Selama dua tahun berturut-turut para penduduk akan diberikan gaji dengan imbalan sekitar Rp 70 juta per tahunnya.

Santiago di Chile

Pemerintah Santiago di Chile siap menggelontorkan dana segar sekitar Rp 567 juta bagi siapa pun yang mau menetap di kota ini dan mewujudkan ide bisnisnya.

Kebijakan ini merupakan bagian dari ambisi pemerintah Santiago untuk mengembangkan kota industri berbasis teknologi.

Sambuca di Italia

Sambuca, sebuah kawasan pedesaan di puncak bukit di Sicilia, Italia menawarkan lanskap alam nan menakjubkan khas kepulauan Mediterania dan kawasan pesisir di sekitarnya.

Kebun anggur dan pantai-pantai cerah di lepas pantai Italia tersebut kini dapat dinikmati sepanjang hari dengan harga yang sangat terjangkau.

Sebab baru-baru ini pemerintah setempat menjual kavling rumah senilai 1 Euro atau setara Rp 17 ribu.

Meski demikian, para pembeli wajib melengkapi syarat dalam kontrak perjanjian, yakni dengan melunasi biaya renovasi rumah sebesar 15 ribu Euro atau setara Rp 243 juta selama tiga tahun.

Tak hanya itu, kita juga harus melengkapi uang jaminan renovasi hunian seluas 40 hingga 150 meter tersebut sekitar 5 ribu Euro atau setara Rp 81 juta yang konon akan dikembalikan setelah proses renovasi selesai.

(Pixabay Tama66)
(Pixabay Tama66)

 

Tak diketahui pasti apakah kontrak ini cukup adil dan jujur ke depannya.

Pemerintah setempat menginisiasi puluhan hunian dengan harga menggoda tersebut guna meningkatkan jumlah penduduk di Sambuca yang mengalami depopulasi khas kawasan pedesaan di Eropa.

Laporan kantor berita Her menyebut, hingga hari ini terdapat 10 rumah yang telah laku terjual.

Berita Terkait

Berita Terkini