Travel

Hendak Bawa Tas ke Kabin Pesawat, Wanita Ini Kesal Dimintai Biaya Tambahan

Pihak maskapai mencegat kedua wanita ini ketika hendak melakukan boarding.

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay)
Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay)

Guideku.com - Dua orang penumpang wanita, belum lama ini mengklaim bahwa salah satu pesawat dari maskapai yang dipilihnya mengenakan biaya tambahan pada bawaan kabin mereka. 

Keduanya bersikeras tas yang hendak mereka bawa ke dalam kabin harusnya tidak perlu dikenai biaya tambahan.

Dilansir GuideKu.com dari laman The Sun, Senin (21/10/19), peristiwa itu dikabarkan terjadi di Bandara Crete.

Wanita tersebut diketahui hendak pulang ke Inggris dengan menggunakan pesawat milik maskapai EasyJet.

Salah seorang wanita tersebut juga sempat mengunggah video kejadian tak mengenakan yang mereka alami di bandara lewat YouTube.

Pesawat easyjet. (Pixabay/Skeeze)
Pesawat easyjet. (Pixabay/Skeeze)

 

Dalam video yang beredar, kedua wanita ini meletakkan kedua tasnya di atas alat pengukur.

"Seorang staf perempuan Easyjet berusaha untuk menghentikan kami saat boarding. Tas ini harusnya bisa dibawa ke atas pesawat, tapi dia meminta biaya tambahan. Bahkan kami tidak diizinkan untuk mengatur ulang isi tas," tulsi narasi dalam video tersebut.

Diketahui, keduanya membawa tas berisi belanjaan yang ada di konter duty free.

Ilustrasi tas belanja. (Pixabay/Skeeze)
Ilustrasi tas belanja. (Pixabay/Skeeze)

 

Mereka akhirnya mencoba untuk mengeluarkan barang-barang dari kantung belanjaang duty free tersebut demi memperlihtkan bahwa mereka sudah belanja di bandara.

Situs resmi Easyjet sendiri menyebutkan, penumpang dapat membawa satu tas kabin secara gratis dengan ukuran tak lebih dari 56x45x25.

Menanggapi peristiwa tadi, juru bicara dari Easyjet membenarkan kejadian yang dialami kedua penumpang wanita tadi.

"Sejalan dengan prosedur dan kepentingan keselamatan, penumpang diminta untuk mengemas kembali barang bawaan agar sesuai dengan batas kabin atau membayar 60 euro," tutur juru bicara Easyjet.

Berita Terkait

Berita Terkini