Travel

Dikira Crazy Rich Asians, Turis Asal Singapura Dirampok Habis-habisan

Niat sepasang turis Singapura ini untuk bulan madu pun seketika gagal.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati

Ilustrasi Turis Bulan Madu (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi Turis Bulan Madu (Pixabay/Free-Photos)

Guideku.com - Meski filmnya telah dirilis sejak tahun 2018 silam, istilah Crazy Rich Asians masih banyak digunakan hingga kini untuk merujuk pada orang-orang Asia yang dikenal tajir melintir.

Sayangnya, popularitas film ini tak selalu berdampak positif. Misalnya saja baru-baru ini, ketika sepasang turis Singapura berakhir dirampok saat bulan madu.

Melansir dari laman Asia One, sepasang turis yang tak disebutkan namanya ini memilih untuk bulan madu ke Cape Town, Afrika Selatan dengan harapan membuat kenangan manis.

"Hanya sedikit orang yang bepergian ke Afrika Selatan jadi ini terasa berbeda. Ini akan terasa lebih berkesan," ujar keduanya sebelum berangkat.

Namun, sesampainya di Afrika Selatan, pasangan ini malah dikira sebagai salah satu Crazy Rich Asians dari Singapura oleh warga lokal.

"Aku tahu! Aku sudah menonton Crazy Rich Asians!" begitu kata seorang warga ketika mengetahui pasangan ini berasal dari Singapura.

Ilustrasi Turis Dirampok (Pixabay/Ganossi)
Ilustrasi Turis Dirampok (Pixabay/Ganossi)

Pada hari pertama saja, mereka sudah didekati orang asing yang awalnya berlagak ramah. Namun, orang ini tiba-tiba mengambil tas sang suami yang berisi sekitar 1.000 SGD (sekitar 10 juta rupiah), dompet bermerek, paspor, izin kerja, kunci mobil, dan kunci kamar.

Tak berhenti sampai di sana, seorang wanita yang mengaku sebagai karyawan badan pariwisata setempat mencoba menawarkan bantuan pada kedua turis Singapura ini.

Wanita ini lantas menelepon si pencuri dan memintanya untuk mengembalikan barang-barang yang diambil. Anehnya, pencuri itu segera kembali dan hanya memberikan paspor, izin kerja, dan kunci mobil.

"Kami tidak tahu apa yang terjadi, atau jika ada perjanjian tersembunyi, tapi sangat jelas jika 'karyawan badan pariwisata' ini mengenal si pencuri," jelas keduanya.

Kesialan mereka berlanjut saat polisi mengklaim keduanya merendahkan aturan lalu lintas setempat. Akhirnya, pasangan ini dipaksa untuk membayar tilang sebanyak dua kali.

Untunglah, pasangan ini akhirnya bisa mendapatkan kompensasi atas kerugian yang diterima lewat asuransi. Meski demikian, keduanya jelas tidak menyangka bahwa status mereka sebagai warga negara Singapura akan membawa sial.

"Kami tidak pernah menyangka hewan liar akan lebih aman dari manusia," tutup keduanya.

Berita Terkait

Berita Terkini