Travel

Putus Asa, Curhatan Pasangan yang Terjebak di Kapal Karantina Virus Corona

Milena Basso dan Gaetano Cerullo harus terjebak bersama 2 ribu penumpang lain di kapal pesiar Diamond Princess

Rendy Adrikni Sadikin | Fitri Asta Pramesti

Ilustrasi Kapal Pesiar. (pixabay.com/susannp4)
Ilustrasi Kapal Pesiar. (pixabay.com/susannp4)

Guideku.com - Pasangan turis asal Amerika harus merasakan bulan madu yang tak menyenangkan karena adanya wabah virus corona.

Melansir dari laman Foxnews, Sabtu (8/2/2020), Milena Basso dan Gaetano Cerullo harus terjebak bersama 2 ribu penumpang lain di kapal pesiar Diamond Princess.

Terombang-ambing di lepas pantai Jepang, dilaporkan setidaknya ada 61 penumpang yang telah positif terkena virus corona.

Terkait kondisi Milena dan Gaetano saat ini, mereka kompak menyebut sehat secara fisik, namun tidak secara mental.

Selama masa karantina ini, Milena mengaku kesulitan untuk mendapatkan makanan dan minuman.

Kapal Pesiar Diamond Princess Dikarantina (youtube.com/CNA)
Kapal Pesiar Diamond Princess Dikarantina (youtube.com/CNA)

"Hari pertama karantina, kami meminta 2 botol air mineral. Pesanan kami datang setelah 4 jam. Esoknya, kami meminta hal yang sama namun hanya dapat 2 cup," jelas Milena kepada Foxnews.

Hal ini, imbuh Milena, sangat berbanding terbalik dengan keadaan sebelum adanya karantina. Menurutnya, dulu memesan makanan tak akan sesusah ini.

"Kita bisa dapat makanan enak dengan cepat. tapi setelah karantina, makanan yang kita dapat benar-benar turun kualitas," aku Milena.

Semakin hari, keadaan karantina semakin membuat keduanya khawatir. Apalagi, mengingat mereka masih harus menunggu setidaknya selama 2 minggu untuk dapat sampai di Amerika.

Milena dan Gaetano pun lantas meminta bantuan kepada Presiden Donald Trump. Mereka berharap Trump dapat melakukan sesuatu terkait situasi karantina ini.

"Kami butuh bantuan, kami dalam kondisi yang sangat putus asa," ujar Milena.

Lebih lanjut dijelaskan, virus corona awalnya menempel pada seorang penumpang kapal yang naik dari Yokohama pada 20 Januari lalu.

Terkait fasilitas yang diberikan selama masa karantina, pihak kapal menyebut akan memberikan layanan internet dan telepon gratis yang dapat digunakan para penumpang untuk menghubungi pihak keluarga dan orang terkasih di luar kapal.

Berita Terkait

Berita Terkini