Travel

Nggak Manusiawi, Kelebihan Berat Badan 0,7 Kg Bikin Pramugari Ini Dipecat

Kelebihan berat badan dianggap sebagai halangan untuk mempertahankan image premium maskapai tersebut.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati

llustrasi Pramugari (Pexels/borisova)
llustrasi Pramugari (Pexels/borisova)

Guideku.com - Ada banyak tuntutan yang harus dihadapi pramugari dalam pekerjaan mereka. Tak cuma harus melewati berbagai macam pelatihan, pramugari juga dituntut memiliki penampilan menarik.

Belum lama ini, maskapai Malaysia Airlines mendapat sorotan karena telah memecat salah seorang pramugari. Penyebabnya, pramugari tersebut dinilai kelebihan berat badan.

Dihimpun dari laman World of Buzz, pramugari yang bernama Ina Meleisa Hassim tersebut dikabarkan gagal memenuhi persyaratan berat badan yang didesain untuk mempertahankan citra premium maskapai.

Diketahui, pramugari setinggi 160 cm hanya diperbolehkan untuk memiliki berat badan maksimal 61 kg. Namun, pramugari tersebut memiliki berat 61,7 kg.

Mengetahui hal tersebut, maskapai Malaysia Airlines pun lantas menyatakan bahwa sang pramugari tak lagi cocok untuk bekerja di perusahaan mereka.

Insiden ini sontak menarik perhatian National Union of Flight Attendants Malaysia (Nufam). Organisasi tersebut lantas melaporkan tindakan tak manusiawi ini.

Malaysia Airlines (Pixabay/WikimediaImages)
Malaysia Airlines (Pixabay/WikimediaImages)

Anehnya, saat dibawa ke pengadilan pada 14 Februari silam, hakim memutuskan bahwa maskapai yang bersangkutan tidak bersalah.

"Keadilan dan hak dasar manusia telah mati sekali lagi," ujar Nufam dalam pernyataan mereka.

"Kasus terbaru ini mungkin terasa bagai kemenangan untuk Malaysia Airlines dan beberapa maskapai yang ingin memecat karyawan 'tua dan lambat'. Tapi ini tidak akan menghentikan Nufam melawan ketidakadilan pada awak kabin."

Di sisi lain, pengadilan sendiri menyatakan bahwa pemecatan tersebut didasari oleh "alasan yang adil".

Tentu saja, hal ini diprotes oleh National Union of Flight Attendants Malaysia yang mengganggap jika keputusan tersebut tidak adil.

"Maskapai terus mencari awak kabin yang muda, tinggi, dan kurus, tapi apa yang akan terjadi jika berat badan mereka naik di tahun-tahun mendatang? Bagaimana pramugari bisa mempertahankan berat badan jika mereka hamil nanti? Apakah maskapai akan memecat mereka juga?" pungkas Nufam.

Berita Terkait

Berita Terkini