Travel

Dikarantina dan Tidak Ada Turis, Polusi Udara di Italia Berkurang Drastis

Kondisi Polusi Udara di Italia diungkap berdasarkan pantauan satelit.

Silfa Humairah

Cinque Terre di Italia. (Pixabay/Mariamichelle)
Cinque Terre di Italia. (Pixabay/Mariamichelle)

Guideku.com - Sejak dikarantina dan sepi turis, kegiatan di Italia sangat berdampak besar pada kondisi kota. Kini kota turis ini tampak sepi dan lempang.

Diwartakan laman Bored Panda, Selasa (17/3/2020), para ilmuwan melaporkan hal positif dari dampak Covid-19. Badan Antariksa Eropa (ESA) dan beberapa peneliti mengungkap berkurangnya emisi nitrogen dioksida secara signifikan di Italia setelah lockdown dilakukan.

Satelit Copernicus Sentinel-5P mendeteksi penurunan emisi NO2 yang menandakan penurunan polusi udara, dengan penurunan polusi paling signifikan terjadi di bagian utara negara tersebut.

"Penurunan emisi nitrogen dioksida di atas Lembah Po di Italia utara sangat nyata," ujar Manajer misi ESA Copernicus Sentinel-5P, Claus Zegner.

"Meski ada sedikit perbedaan dalam data karena tertutup awan dan perubahan cuaca, kami sangat yakin bahwa pengurangan emisi bisa kita lihat, bertepatan dengan lockdown di Italia dan lalu lintas juga kegiatan industri berkurang drastis," sambung Zegner.

Hingga saat ini, Copernicus Sentinel-5P Tropomi disebut-sebut sebagai alat yang paling akurat untuk mengukur polusi udara dari ruang angkasa.

"Pengukuran ini sudah mendunia berkat kebijakan data secara gratis dan terbuka, sehingga memberikan informasi penting bagi warga dan para pembuat kebijakan," ungkap Direktur ESA Program Pengamatan Bumi, Josef Aschbacher.

Santiago Gasso, selaku rekan riset NASA, juga melaporkan di Twitter tentang hasil sensor satelit. Kata dia, walaupun terjadi fluktuasi emisi NO2 yang normal, tapi perubahan yang terjadi sangat signifikan. (Dini Afrianti Efendi)

Berita Terkait

Berita Terkini