Fresh Graduate Wajib Waspada! Iming-iming Gaji Gede Kerja di Dubai, Endingnya Disekap di Myanmar

Bareskrim Polri baru saja membongkar sindikat perdagangan orang (TPPO) dengan modus baru yang super licik, dan sasarannya adalah anak-anak muda yang sedang mencari kerja.

Reza Sulaiman
Senin, 14 Juli 2025 | 16:55 WIB
Fresh Graduate Wajib Waspada! Iming-iming Gaji Gede Kerja di Dubai, Endingnya Disekap di Myanmar

Fresh Graduate Wajib Waspada! Iming-iming Gaji Gede Kerja di Dubai, Endingnya Disekap di Myanmar

guideku.com - Gengs, buat kamu fresh graduate yang baru lulus dan lagi semangat-semangatnya scroll lowongan kerja, ada satu peringatan keras yang wajib banget kamu tahu. Di tengah harapan buat dapet kerjaan keren dengan gaji gede, ada bahaya nyata yang mengintai.

Bareskrim Polri baru saja membongkar sindikat perdagangan orang (TPPO) dengan modus baru yang super licik, dan sasarannya adalah anak-anak muda kayak kita.

Mereka nggak lagi nawarin kerja di pabrik atau jadi asisten rumah tangga. Modus mereka sekarang lebih canggih dan kekinian: jadi admin kripto dengan gaji belasan juta rupiah per bulan. Menggiurkan banget, kan? Tapi di balik tawaran mimpi itu, ada jebakan maut yang berakhir di pedalaman Myanmar.

Janji Manis: Kerja di Dubai, Realitanya Diselundupkan

Cerita dari para korban yang berhasil diselamatkan ini polanya mirip-mirip dan bikin merinding. Awalnya, mereka direkrut dengan janji bakal ditempatkan di Uni Emirat Arab. Terdengar keren dan profesional, kan? Tapi, itu semua cuma kedok.

Kenyataannya, rute perjalanan mereka dialihkan. Mereka diterbangkan ke Thailand, lalu dibawa secara ilegal lewat jalur darat ke sebuah kota perbatasan bernama Myawaddy di Myanmar.

Buat yang belum tahu, Myawaddy ini bukan kota wisata. Ini adalah "zona merah" yang dikenal sebagai sarang sindikat penipuan online, judi, dan perdagangan manusia internasional. Begitu masuk ke sana, harapan buat kerja enak langsung pupus.

“Korban dijanjikan bekerja sebagai admin kripto dengan gaji 26.000 baht per bulan. Namun kenyataannya, pekerjaan serta upah yang diterima tidak sesuai, dan korban justru mengalami eksploitasi,” ujar Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah dari Bareskrim Polri, Senin (14/7/2025).

Modus Super Meyakinkan yang Bikin Gampang Percaya

Kenapa banyak yang terjebak? Karena cara kerja sindikat ini sangat sistematis dan terlihat profesional. Ini yang bikin mereka berbahaya:

Proses Rekrutmen Terlihat Sah: Mereka melakukan wawancara kerja, bahkan lewat video call WhatsApp, biar kelihatan meyakinkan.

Semua Biaya Ditanggung: Ini jebakan utamanya. Para pelaku membiayai semuanya, mulai dari pembuatan paspor, tiket pesawat dari kampung halaman ke Jakarta, sampai tiket ke luar negeri. Buat kita yang mungkin lagi nggak punya modal, tawaran ini jelas sangat menarik.

Baca Juga: Gagal Haji Bukan Akhir Dunia, Ruben Onsu Kini Makin Serius Belajar Ngaji

“Modusnya sangat sistematis. Korban dibawa seolah-olah untuk pekerjaan sah, tetapi nyatanya dijebak untuk kegiatan eksploitatif,” ucap Nurul Azizah.

Jangan Jadi Korban Selanjutnya! Kenali Tanda Bahaya Ini

Kasus ini jadi pelajaran mahal. Polisi memang sudah menangkap satu pelaku (HR) dan memburu satu lagi (IR), tapi sindikat seperti ini terus berinovasi. Biar kamu nggak kena jebakan serupa, kenali red flags atau tanda bahaya ini:

Tawaran Terlalu Indah: Gaji belasan juta untuk posisi "admin" tanpa butuh skill spesifik yang tinggi? Hati-hati. Kalau sesuatu terdengar terlalu bagus untuk jadi kenyataan, biasanya memang begitu.

Proses Rekrutmen Aneh: Wawancara cuma lewat chat atau video call WhatsApp? Tidak ada alamat kantor yang jelas di Indonesia? Ini tanda bahaya. Perusahaan yang benar pasti punya proses rekrutmen yang profesional.

Rute Perjalanan Janggal: Janjinya kerja di Dubai, tapi kok tiket pesawatnya ke Bangkok? Jangan pernah mau berangkat kalau rutenya nggak sesuai dengan perjanjian awal.

Tidak Lewat Jalur Resmi: Pastikan perusahaan atau agen penyalur tenaga kerja itu terdaftar secara resmi di Kementerian Ketenagakerjaan atau Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Kamu bisa cek langsung di situs web mereka.

Dokumen Ditahan: Kalau ada yang nawarin buat ngurus semua dokumen tapi dengan syarat paspor atau KTP kamu harus mereka tahan, langsung tolak dan lari sejauh-jauhnya.

Mencari kerja memang butuh perjuangan, Gengs. Tapi, jangan sampai semangat dan kepolosan kita dimanfaatkan oleh orang-orang jahat.

Mimpi boleh setinggi langit, tapi logika dan kewaspadaan harus tetap menginjak bumi. Stay safe and stay smart!

×
Zoomed
TERKINI
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel, yang selama ini sering pasang badan dan ngaku-n...
business | 19:00 WIB
Sebuah curhatan viral menuding seorang Warga Negara Asing (WNA) telah kehilangan uang USD 5.000 (sekitar Rp 80 juta!) di...
business | 19:00 WIB
Sekarang zamannya serba digital. Perlu nggak sih bikin rekening bank digital? Atau mending tetap setia sama bank konvens...
business | 17:00 WIB
Di tengah semangat menyambut HUT RI ke-80, ada sebuah unggahan viral di media sosial yang dijamin bakal bikin kita semua...
business | 18:28 WIB
Kalau ngomongin dunia kerja, lagi rame Gen Z galau pilih hustle culture atau work-life balance. Kamu tim mana nih? Yuk, ...
business | 18:15 WIB