Cinta Gak Bikin Kenyang: Gen Z Pilih Lunasi Utang Ketimbang Kencan, Kamu Gini Juga?
guideku.com - Jujur deh, pernah nggak sih kamu-kamu yang Gen Z ngerasa kalau "jadi dewasa" di zaman sekarang itu biayanya mahal banget? Mau ngajak gebetan nonton bioskop, ngopi di tempat hits, atau sekadar makan di mal, pas lihat total tagihan rasanya pengen langsung pura-pura pingsan. Kalau kamu ngerasain ini, kamu nggak sendirian.
Sebuah survei terbaru dari Bank of America di Amerika Serikat membongkar sebuah realita pahit yang ternyata juga "kita banget": para cewek Gen Z sekarang lebih memilih hemat dan bayar utang daripada ngabisin duit buat kencan! Fenomena ini bukan karena mereka anti-romance, tapi karena logika sederhana: cinta nggak akan bisa bayar cicilanmu.
Saat Kencan Jadi 'Barang Mewah'
Menurut survei yang melibatkan 900-an anak muda usia 18-28 tahun itu, lebih dari 50% responden cewek tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk kencan. Bagi mereka yang masih pacaran pun, budgetnya di-"rem" habis-habisan. Sekitar 30% cewek cuma ngeluarin duit kurang dari 100 dolar AS (sekitar Rp1,6 jutaan) sebulan untuk semua urusan percintaan.
Kenapa bisa begitu? Alasannya simpel dan sangat relate dengan kita di sini: biaya hidup yang makin gila.
"Gen Z merasa menjadi dewasa membutuhkan biaya yang lebih tinggi, dan mereka merasakan peningkatan biaya hidup secara keseluruhan," kata Holly O'Neill, salah satu petinggi di Bank of America.
Harga-harga barang, dari kopi sampai sewa kosan, terus naik. Inflasi bikin nilai gaji kita seolah makin kecil. Akibatnya? Kencan yang tadinya jadi aktivitas seru, sekarang berubah jadi "barang mewah" yang harus dipikirin seribu kali.
Prioritas Baru Gen Z: Bayar Utang Dulu, Pacaran Kemudian
Jadi, kalau duitnya nggak dipakai buat kencan, terus lari ke mana? Nah, di sinilah Gen Z menunjukkan kedewasaannya. Menurut survei yang sama, prioritas utama mereka sekarang adalah memperbaiki kondisi keuangan.
Lebih dari separuh responden mengaku mereka sekarang menabung lebih banyak.
24% responden fokus untuk melunasi utang-utang mereka, entah itu utang pinjol, cicilan motor, atau paylater.
Mereka sadar betul, punya "raport keuangan" yang bagus itu jauh lebih penting untuk masa depan daripada sekadar punya postingan Instagram yang romantis.
'Bantuan Orang Tua' Makin Berkurang, Gen Z Makin Mandiri
Ada satu lagi fakta menarik yang membantah stereotip kalau Gen Z itu manja. Survei ini juga menemukan kalau jumlah anak muda yang masih dapat "subsidi" dari orang tua itu turun dari 46% tahun lalu menjadi 39% tahun ini.
Bahkan, jumlah "subsidi"-nya pun makin kecil. Ini menunjukkan bahwa di tengah semua kesulitan ekonomi, Gen Z justru sedang berjuang keras untuk bisa mandiri secara finansial.
"Mereka menantang beberapa stereotip tentang anak muda dan uang. Meskipun menghadapi hambatan ekonomi dan biaya hidup yang tinggi, mereka bekerja keras untuk mencapai kemandirian finansial," tegas O'Neill.
Jadi, Ini Kabar Baik atau Buruk?
Gengs, fenomena ini sebenarnya bukan kabar buruk. Ini adalah bukti bahwa generasi kita makin cerdas dan realistis. Kita paham bahwa fondasi masa depan yang kokoh itu dibangun di atas kestabilan finansial, bukan cuma di atas janji-janji manis.
Punya hubungan yang sehat itu penting, tapi punya keuangan yang sehat itu jauh lebih penting untuk ketenangan jiwa.
Gimana menurutmu? Apakah kamu juga ngerasain hal yang sama? Tim bayar utang dulu, atau tim "cinta tak memandang saldo"?