Kenali! Ciri-Ciri Upselling Biar Belanja Nggak Makin Mahal, Lengkap dengan Cara Menghindarinya

Upselling itu bikin belanja gampang boncos kalau nggak waspada. Kenali triknya, biar dompet tetap aman dan nggak kebujuk rayuan sales!

Reza Sulaiman | Anggia Khofifah P
Jum'at, 08 Agustus 2025 | 19:30 WIB
Kenali! Ciri-Ciri Upselling Biar Belanja Nggak Makin Mahal, Lengkap dengan Cara Menghindarinya

Kenali! Ciri-Ciri Upselling Biar Belanja Nggak Makin Mahal, Lengkap dengan Cara Menghindarinya

guideku.com - Pernah nggak sih, niat awal cuma mau beli satu barang, eh pulangnya malah bawa kantong belanjaan lebih banyak? Kalau iya, bisa jadi kamu baru saja jadi "korban" upselling.

Upselling ini sebenarnya strategi pemasaran yang udah umum banget dipakai sama sales, kasir, atau pelayan. Sederhananya, mereka akan nawarin produk atau layanan yang lebih mahal, lebih besar, atau punya fitur tambahan, dengan tujuan kamu ngeluarin uang lebih banyak.

Masalahnya, kalau nggak hati-hati, kamu bisa jadi beli barang yang sebenernya nggak butuh-butuh amat, cuma gara-gara bujuk rayu mereka. Nah, biar nggak gampang kejebak, kita kupas tuntas yuk soal upselling, ciri-cirinya, contoh, dan cara menghindarinya.

Apa Itu Upselling?

Upselling adalah teknik penjualan di mana penjual mendorong pembeli buat milih produk yang lebih mahal atau menambah fitur tertentu, dibanding pilihan awal yang lebih murah.

Misalnya, kamu mau beli roti Rp10 ribu, tapi pelayan bilang, "Kak, yang ukuran besar cuma nambah Rp5 ribu loh, lebih puas makannya." Kalau kamu akhirnya ambil yang besar, berarti strategi upselling mereka berhasil.

Buat bisnis, ini tentu menguntungkan. Tapi buat konsumen, kalau nggak bijak, bisa bikin dompet tipis.

Ciri-Ciri Upselling yang Perlu Kamu Waspadai

Biar nggak gampang kebujuk, kenali tanda-tanda upselling ini:

1. Penawaran Terlalu Agresif

Penjual terkesan memaksa kamu buat ambil produk yang lebih mahal. Kadang mereka nggak ngasih waktu buat mikir dengan bilang, "Kalau nggak beli sekarang, rugi loh."

2. Produk Nggak Relevan

Tawaran yang diberikan nggak ada hubungannya sama kebutuhan kamu. Misalnya, beli headset tapi ditawarin tas laptop.

3. Tekanan Waktu

Biasanya berupa "promo cuma hari ini" atau "stok terbatas". Padahal, bisa jadi promo itu memang ada terus dan cuma trik supaya kamu buru-buru beli.

4. Perbedaan Harga Signifikan

Kalau selisih harga terlalu jauh dari pilihan yang kamu incar, itu patut dicurigai. Bisa jadi kamu dipancing untuk keluar dari budget tanpa sadar.

5. Fokus ke Keuntungan Penjual

Kamu bisa ngerasain kok, kalau sales cuma ngejar target. Mereka lebih fokus menjual dibanding memastikan kamu bener-bener butuh produk tersebut.

Baca Juga: Ganteng Nggak Perlu Mahal: 3 Jaket Bomber Lokal di Bawah 200 Ribu Buat Nongkrong

Contoh-Contoh Upselling di Kehidupan Sehari-Hari

  • Beli Mobil: Mau ambil tipe standar, tapi sales bujuk kamu buat ambil tipe lebih mahal dengan fitur tambahan.
  • Beli HP: Penjual nawarin paket bundling atau spesifikasi lebih tinggi yang harganya selisih lumayan.
  • Pesan Hotel: Kamu dikasih opsi upgrade kamar biar lebih mewah (dan lebih mahal).
  • Restoran: Ditawari ukuran minum besar atau tambah dessert dengan sedikit biaya tambahan.

Cara Menghindari Upselling

1. Cari Tahu Harga Produk

Sebelum belanja, riset dulu harga asli produk. Kalau udah tahu harga pasarnya, kamu nggak bakal gampang terbujuk beli yang lebih mahal.

2. Pahami Taktik Penjualan

Pelajari trik yang sering dipakai sales, kayak "bonus cuma kalau ambil paket ini" atau "upgrade biar lebih awe". Begitu kamu paham polanya, godaan dari mereka nggak bakal mempan deh.

3. Tetapkan Anggaran

Bikin daftar belanja dan tentuin budget. Kalau udah mentok, jangan geser angka meski ada penawaran "menarik". Ini semacam pagar biar pengeluaran kamu jadi nggak liar.

4. Jaga Komitmen

Sebelum masuk toko, kalau kamu udah niat beli A, ya fokus ke A aja. Ingat, tawaran yang datang belum tentu sesuai sama kebutuhan kamu.

5. Jawab dengan Tegas

Kamu bisa jawab tawaran mereka kayak gini: "Makasih ya kak, tapi aku lagi nggak butuh yang itu." Kalau kamu nggak tegas, penjual bisa terus nyerocos sampai kamu luluh.

6. Cepat Selesaikan Pembelian

Semakin lama di toko, semakin banyak godaan. Jadi kalau udah dapet yang dicari, langsung bayar dan cabut.

7. Belanja Online

Lebih minim interaksi sales, jadi kecil kemungkinan di-upsell. Plus, kamu bisa bandingin harga dengan mudah.

Upselling itu nggak selalu buruk, kok. Kalau penawarannya bener-bener menguntungkan dan sesuai kebutuhan, nggak masalah buat diambil. Tapi kalau cuma bikin pengeluaran bengkak, mending cuekin dulu.

Ingat, belanja itu kayak main catur: harus punya strategi dan mikir beberapa langkah ke depan biar nggak "skak mat" sama bujuk rayu penjual. Jadi, lain kali kalau ada yang bilang, "Cuma nambah segini aja, Kak…", kamu udah tahu harus jawab apa!

×
Zoomed
TERKINI
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel, yang selama ini sering pasang badan dan ngaku-n...
business | 19:00 WIB
Sebuah curhatan viral menuding seorang Warga Negara Asing (WNA) telah kehilangan uang USD 5.000 (sekitar Rp 80 juta!) di...
business | 19:00 WIB
Sekarang zamannya serba digital. Perlu nggak sih bikin rekening bank digital? Atau mending tetap setia sama bank konvens...
business | 17:00 WIB
Di tengah semangat menyambut HUT RI ke-80, ada sebuah unggahan viral di media sosial yang dijamin bakal bikin kita semua...
business | 18:28 WIB
Kalau ngomongin dunia kerja, lagi rame Gen Z galau pilih hustle culture atau work-life balance. Kamu tim mana nih? Yuk, ...
business | 18:15 WIB