Sering Sakit, Ngantukan, Hingga Mudah Marah? Kenali Ciri-ciri Burnout yang Bikin Gak Produktif Kerja

Kamu kerap burnout di tempat kerja? Jangan anggap remeh, ini dia beberapa ciri kamu sudah burnout di tempat kerja dan cara menanggulanginya!

Reza Sulaiman | Zahir
Kamis, 14 Agustus 2025 | 14:44 WIB
Sering Sakit, Ngantukan, Hingga Mudah Marah? Kenali Ciri-ciri Burnout yang Bikin Gak Produktif Kerja

Sering Sakit, Ngantukan, Hingga Mudah Marah? Kenali Ciri-ciri Burnout yang Bikin Gak Produktif Kerja

guideku.com - Pernah dengar istilah ‘burnout’? Istilah ini umumnya menggambarkan kondisi di mana seseorang mengalami stres berat akibat aktivitas, khususnya dalam dunia kerja.

Stres ini bukan stres biasa, melainkan kelelahan fisik, emosional, dan mental yang kronis. Meskipun kadang dianggap hal biasa atau sekadar "lagi malas", nyatanya burnout tidak bisa dianggap sepele, terutama jika sudah memengaruhi kondisi fisik dan mentalmu.

Jadi, buat kamu yang sedang jenuh, tidak termotivasi, dan merasa lelah terus-menerus saat bekerja, bisa jadi kamu sedang dalam fase awal mengalami burnout. Tapi, apa saja sih ciri-ciri orang yang mengalami burnout? Ini dia beberapa ciri burnout di dunia kerja dan cara menanggulanginya.

Ciri-Ciri Kamu Mengalami Burnout

1. Tidak Semangat Kerja dan Mudah Lelah Secara Fisik

Ciri pertama yang paling mudah dikenali jika seseorang sedang mengalami burnout di tempat kerja adalah ia mudah merasa lelah dan tidak semangat bekerja. Biasanya, orang yang mengalami burnout akan cepat merasa letih dan kehabisan energi, bahkan untuk tugas yang biasanya ia sukai.

Seseorang yang biasanya sangat bersemangat bekerja bisa-bisa mendadak kehilangan motivasi dan hanya ingin cepat-cepat pulang. Jika kamu mengalami hal ini, bisa jadi kamu sudah memasuki masa burnout.

2. Mudah Mengantuk, tapi Susah Tidur Nyenyak

Salah satu ciri lainnya kamu mengalami burnout adalah mudah menunjukkan rasa kantuk di siang hari. Hal ini disebabkan rasa stres yang ada di dalam dirimu membuat kualitas tidur atau istirahatmu tidak maksimal.

Kamu akan merasa susah banget untuk terlelap di malam hari karena pikiranmu terus berputar memikirkan pekerjaan. Ironisnya, ada juga orang yang sudah tidur cukup lama saat malam, tetapi masih merasa mudah mengantuk saat bekerja. Ini biasanya karena kualitas tidurnya tidak maksimal, alias tidak mencapai fase tidur dalam (deep sleep).

3. Menjadi Temperamen atau Mudah Marah

Ciri lainnya kamu mengalami burnout adalah dirimu menjadi sedikit lebih temperamen atau mudah marah dibandingkan sebelumnya. Rasa stres bisa memicu tubuh menjadi lebih sensitif dan mudah tersulut emosi karena faktor kelelahan mental.

Hal-hal kecil yang biasanya bisa kamu toleransi, kini bisa membuatmu meledak-ledak. Jadi, kalau kamu merasa atau teman-temanmu merasa dirimu jadi lebih mudah marah akhir-akhir ini, itu bisa menandakan kamu sedang burnout.

4. Imunitas Menurun dan Sering Sakit

Ini yang paling dikhawatirkan saat burnout di tempat kerja. Stres yang berkepanjangan dapat memicu penurunan imunitas tubuh yang mengakibatkan kamu mudah banget sakit.

Baca Juga: Terseret Skandal Manipulasi Saham dan Suap, Mantan Ibu Negara Korea Selatan Susul Suami Masuk Bui

Mulai dari sakit ringan seperti pusing, demam, dan flu, bahkan bisa memicu penyakit yang lebih parah seperti tipes atau masalah pencernaan. Tubuhmu seakan memberikan sinyal bahwa ia sudah tidak sanggup lagi menanggung beban stres.

Beberapa Cara Menanggulangi Burnout

Mengatasi burnout memang dianggap cukup tricky dan tidak semua orang memiliki cara yang sama dalam menanggulanginya. Tapi, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan biar dirimu tidak semakin stres dan bisa terhindar dari burnout yang lebih parah.

1. Ambil Cuti dan Benar-Benar Beristirahat

Cara pertama ini terbilang cukup efektif dilakukan saat kamu merasa burnout. Jangan ragu untuk mengambil jatah cuti bulananmu dan menggunakannya untuk beristirahat.

Cara beristirahatnya? Macam-macam kok, bisa dengan sekadar rehat total di rumah tanpa memikirkan pekerjaan, pergi berlibur ke tempat yang kamu suka, atau bisa juga melakukan terapi dan relaksasi seperti spa atau meditasi.

Kuncinya adalah memutuskan hubungan sejenak dari semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan.

2. Jaga Pola Hidup Sehat

Cara berikutnya agar terhindar dari burnout adalah kamu bisa menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan rajin berolahraga.

Olahraga, bahkan yang ringan sekalipun seperti jalan kaki atau yoga, bisa melepaskan endorfin yang menjadi peningkat mood alami. Ini bisa jadi salah satu treatment bagimu agar bisa mengembalikan energi dan menghindari stres.

3. Konsultasi ke Psikolog atau Profesional

Cara ini bisa juga kamu lakukan jika tahap burnout yang kamu alami sudah membuatmu stres akut dan mengganggu kehidupan sehari-harimu. Tidak ada salahnya kamu pergi ke psikiater atau psikolog dan berkonsultasi agar rasa stresmu berkurang.

Biasanya dengan berkonsultasi, kamu bisa mendapatkan sudut pandang baru dan solusi yang lebih terstruktur dalam menanggulangi rasa burnout yang kamu alami. Ingat, meminta bantuan profesional adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan.

×
Zoomed
TERKINI
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel, yang selama ini sering pasang badan dan ngaku-n...
business | 19:00 WIB
Sebuah curhatan viral menuding seorang Warga Negara Asing (WNA) telah kehilangan uang USD 5.000 (sekitar Rp 80 juta!) di...
business | 19:00 WIB
Sekarang zamannya serba digital. Perlu nggak sih bikin rekening bank digital? Atau mending tetap setia sama bank konvens...
business | 17:00 WIB
Di tengah semangat menyambut HUT RI ke-80, ada sebuah unggahan viral di media sosial yang dijamin bakal bikin kita semua...
business | 18:28 WIB
Kalau ngomongin dunia kerja, lagi rame Gen Z galau pilih hustle culture atau work-life balance. Kamu tim mana nih? Yuk, ...
business | 18:15 WIB