Event

Melupakan Hari ini Bareng Dewa 19 di Prambanan Jazz Festival 2018

Bersama Dewa 19 kami melupakan hari ini dan mabuk karaoke di malam puncak Prambanan Jazz Festival 2018.

Dinar Surya Oktarini | Aditya Prasanda

Dewa 19 feat Ari Lasso di Prambanan Jazz Festival 2018 (Guideku.com/adit)
Dewa 19 feat Ari Lasso di Prambanan Jazz Festival 2018 (Guideku.com/adit)

Guideku.com - Kami menikmati sunset nan indah di Prambanan sembari menyaksikan aksi enerjik Barasuara. Dibuat tersihir oleh magisnya penampilan Stars and Rabbit. Cukup terhibur dengan penampilan Glenn Fredly dan Tulus. Lalu senang setengah mati saat karaoke berjamaah dipimpin Dewa 19 featuring Ari Lasso.

Di hari puncak Prambanan Jazz Festival 2018 yang digelar Minggu, (19/8/2018) tim Guideku.com sangat beruntung sempat menyaksikan headliner tersebut.

Dan jauh lebih beruntung, sebab puas dapat menyaksikan Dewa 19 untuk pertama kalinya seumur hidup kami.

Guideku.com mencatat pengalaman mengesankan itu dalam:

Melupakan Hari ini Bersama Dewa 19

Tulus tengah menyelesaikan dua repertoar terakhirnya di panggung Hanoman Stage Prambanan Jazz Festival namun antrian Special Show di Rorojonggrang Stage kadung panjang, sesak dan mengular di depan media lounge, tempat kami dan para jurnalis lainnya beristirahat.

Sementara itu, waktu telah menunjukkan pukul 20.50 WIB, selang sepuluh menit lagi, tajuk utama malam puncak Prambanan Jazz Festival 2018 akan dihelat.

Dewa 19 feat Ari Lasso dan Boyzone jadi alasan paripurna mengapa puluhan ribu penonton rela memadati Prambanan hingga membuat koneksi internet nyaris semua provider di area itu ngadat bukan main.

Gate Special Show telah dibuka setengah jam sebelumnya. Jumlah penonton di gate Festival yang begitu banyak tidak diimbangi dengan kecepatan pemeriksaan tiket yang lumayan memakan waktu, membuat antrian itu pecah begitu lama.

Bahkan Dewa 19 yang dijadwalkan memulai set mereka pada 21.00 WIB terpaksa molor beberapa menit.

Singkat cerita, antrian para penonton di Festival Show (area paling depan panggung tempat para penonton dan jurnalis berdiri) mulai berkurang, satu per satu sudah memasuki area venue Special Show.

Tim Guideku.com bersama rekan jurnalis pun segera bergegas menuju gate namun nahas kami sempat tertahan beberapa waktu.

Para panitia tampak memfilter dan mendahulukan para penonton yang telah membeli tiket terlebih dahulu.

''Festival, festival, penonton festival bisa kesini,'' ujar seorang panitia.

Beberapa orang penonton tiket festival berlari dan segera masuk, sepertinya selain mereka nyaris tidak ada lagi penonton lain yang tersisa, selain kami para jurnalis yang tidak sabar ingin memetakan posisi terbaik untuk mengabadikan gambar.

Jantung kami terasa berdebar ketika mendengar Dewa 19 telah memainkan set pertama mereka, 'Restoe Bumi'.

Beberapa di antara kami melempar celetukan, ''Habis, habis (para penonton tiket festival yang tersisa) ayo masuk''.

Panitia yang mulai panik akhirnya mengarahkan kami dan rekan jurnalis yang lain memasuki gate Diamond Special Show.

Tanpa pikir panjang kami segera memetakan posisi terbaik untuk menyimak Dewa 19 feat Ari Lasso dengan khidmat.

Kami memilih posisi duduk di tengah agar mudah mengambil gambar ketika set 'Restoe Bumi' masih tersisa.

Dewa 19 feat Ari Lasso di Prambanan Jazz Festival 2018 (Guideku.com/adit)
Dewa 19 feat Ari Lasso di Prambanan Jazz Festival 2018 (Guideku.com/adit)

Repertoar dari album 'Terbaik-terbaik' itu boleh dibilang sangat 'tepat guna' ditaruh pada garda depan setlist Dewa 19 malam itu.

Sambil duduk (tentu saja, sebab kami beruntung diarahkan ke Diamond Seat) dan bernyanyi sekuat tenaga, kami berteriak girang tak tertahankan:

''Gilaaaa, ini Dewa 19, akhirnya setelah sekian lama, bisa menyaksikan jagoan masa kecil!.''

Bibir dan raga tak kuasa menahan hasrat ingin bernyanyi sekencang-kencangnya; sepuas-puasnya, sebab band yang mengiringi masa remaja kami tepat berada di hadapan.

Kuyakinkan restu bumi
Bangunkan jiwaku
Basuhi raga kita
Restu bumi leburkan hati
Sucikan dari debu dunia

Kami beruntung mendapatkan posisi yang sangat nyaman untuk bersenandung riang malam itu.

Usai repertoar 'Restoe Bumi' Dewa 19 membawakan repertoar dari album yang sama, 'Cukup Siti Nurbaya'.

Sing along tak terhindarkan, pesta karaoke baru saja dimulai.

Katakan.. pada mama
Cinta bukan hanya harta dan tahta
Pastikan pada semua
Hanya cinta yang sejukkan dunia

Siapa yang sanggup tidak bernyanyi menyanyikan lagu sepanjang masa ini?

Tentu kebahagiaan kian memuncak bak menaiki tangga satu per satu, Dewa 19 begitu tahu cara memuaskan penontonnya.

Sambil mengabadikan gambar, kami semua terlarut dalam lautan karaoke malam itu.

Dewa 19 feat Ari Lasso di Prambanan Jazz Festival 2018 (Guideku.com/adit)
Dewa 19 feat Ari Lasso di Prambanan Jazz Festival 2018 (Guideku.com/adit)

Setelah dua lagu pamungkas dari album 'Terbaik-terbaik' repertoar Dewa 19 kemudian bergeser ke album 'Pandawa Lima'.

Satu lagu pamungkas dari album itu, 'Aku Disini Untukmu', membuat kepingan ingatan masa kecil berjalan dengan runtut.

''Gila!'' seru kami.

Kami masih tidak percaya akhirnya bisa menonton pahlawan masa kecil.

Tembang-tembang terbaik Dewa 19 yang tak terhitung jumlahnya masih menanti di depan dan berlanjut ketika lagu 'Satu Hati' dimainkan.

Kita semestinya satu hati meraih cinta
Jangan ada lagi perbedaan

Setelah repertoar 'Satu Hati', Ari Lasso mempersilahkan Ahmad Dhani mengambil alih posisi vokal.

''Selanjutnya, Mr. Ahmad Dhani ingin bernyanyi untuk kita semua,'' tutur Ari Lasso.

Ahmad Dhani segera maju ke depan panggung membawakan lagu, 'Sedang Ingin Bercinta'.

Boleh dibilang, hanya inilah repertoar Dewa 19 yang tidak bisa kami nikmati malam itu.

Ahmad Dhani mengokupasi departemen vokal Dewa 19 di Prambanan Jazz Festival 2018 (Guideku.com/adit)
Ahmad Dhani mengokupasi departemen vokal Dewa 19 di Prambanan Jazz Festival 2018 (Guideku.com/adit)

Sementara, sebab ada instruksi terbaru dari pihak panitia agar para jurnalis berpindah ke area festival, maka kami perlahan beringsut meninggalkan kursi Diamond yang strategis dan membaur bersama lautan Baladewa.

Sambil berdiri, di luar dugaan, menyimak Dewa 19 di area festival ternyata jauh lebih menyenangkan, kami jadi lebih leluasa bernyanyi sekuat tenaga.

Posisi yang kian dekat dengan panggung pun jadi kesempatan kami untuk mengambil gambar dengan baik.

Berturut-turut Dewa 19 membawakan nomor, 'Cinta kan Membawamu' dan 'Takkan Ada Cinta yang Lain' dan 'Kirana'.

Setelah tiga nomor itu, Ari Lasso mempersilahkan Al Ghazali, putra sulung Ahmad Dhani memainkan drum di repertoar 'Roman Picisan'.

Al Ghazali yang tampak canggung, memang bukan pemain drum yang mumpuni, beberapa kali pukulannya meleset namun itu bukan persoalan saat yang kami nyanyikan bersama adalah tembang sepanjang masa macam 'Roman Picisan'.

Dewa 19 feat Ari Lasso dan Al Ghazali di Prambanan Jazz Festival 2018 (Guideku.com/adit)
Dewa 19 feat Ari Lasso dan Al Ghazali di Prambanan Jazz Festival 2018 (Guideku.com/adit)

Setelah repertoar dari salah satu album terbaik Dewa 19 'Bintang Lima', koor massal tak terkendali kala 'Kangen' berkumandang di langit Prambanan.

Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang, melepas semua
kerinduan, yang terpendam

Setelah 'Kangen', rasa hati kami ingin pesta karaoke ini berlanjut dan berlanjut lagi namun waktu telah menunjukkan 22.25, Dewa 19 menutup malam itu dengan hits pamungkas 'Separuh Nafas'.

Separuh nafas ku terbang
Bersama dirimu
Saat kau tinggalkanku
...salahkanku

Koor berjamaah menutup malam itu dengan begitu spesial. Meski terasa belum cukup namun tradisi Prambanan Jazz Festival 2018 yang ketat terhadap waktu dan profesional tidak mengizinkan ada lagu tambahan betapapun semua berteriak: ''We want more!''

Dewa 19 feat Ari Lasso di Prambanan Jazz Festival 2018 (Guideku.com/adit)
Dewa 19 feat Ari Lasso di Prambanan Jazz Festival 2018 (Guideku.com/adit)

Mendengar Dewa 19 feat Ari Lasso malam itu, kami seakan dibuat lupa dengan apa yang terjadi hari ini.

Kami dibuat lupa, betapa memuakkan dan buruknya reputasi Ahmad Dhani di kancah politik. Kami dibuat lupa bahwa yang bermain di atas panggung Prambanan Jazz Festival 2018 bukanlah personil terbaik Dewa 19 yang kami puja, kala Ahmad Dhani dan Andra Ramadhan membius Indonesia bersama Once Mekel, Tyo Nugros dan Erwin Prasetya.

Dan semua stigma itu hangus begitu saja, larut dalam lupa, menggema bersama puluhan ribu suara yang mendendangkan tembang-tembang terbaik yang pernah dimiliki sejarah musik Indonesia. Bersama Dewa 19 kami melupakan hari ini dan mabuk karaoke di malam puncak Prambanan Jazz Festival 2018.

Berita Terkait

Berita Terkini