Ribuan Lampu Minyak Menyala Saat Diwali, Kota Ini Pecahkan Rekor

Terang benderang Diwali nan memesona mengisi seisi kota Ayodhya.

Dinar Surya Oktarini | Aditya Prasanda
Jum'at, 09 November 2018 | 11:00 WIB
(Pixabay Mitacmaitra)

(Pixabay Mitacmaitra)

Guideku.com - Ayodhya, kota di India ini berhasil pecahkan rekor dunia setelah berhasil menyalakan ribuan lampu minyak saat Festival Diwali berlangsung.

Guiness World of Records mencatat 301.152 diyas (lampu yang terbuat dari tanah liat) berhasil dinyalakan selama 45 menit di tepi sungai Saryu guna merayakan festival lentera yang diadakan setiap tahun tersebut.

Sekitar lima ribu relawan dikerahkan untuk menyalakan dan menjaga nyala diyas demi memecahkan rekor dunia tersebut.

Bukan tanpa sebab, mengingat ini merupakan tahun kedua kota Ayodhya berusaha memecahkan rekor serupa.

Sebelumnya, tahun 2017 Ayodhya gagal menyabet Guiness World Records sebab kondisi cuaca yang berangin.

Pemecahan rekor di Ayodhya itu dihadiri Yogi Adityanath, Kepala Menteri Negara Bagian Uttar Pradesh, serta Kim Jung-sook, istri presiden Korea Selatan, Moon Jae In.

(Pixabay Frpthawhait)
(Pixabay /Frpthawhait)

 

Seperti diketahui, Festival lampu Diwali merupakan salah satu festival terbesar yang dirayakan umat Hindu, Sikh dan Buddha di India.

Baca Juga: Bak Penari, Cantiknya Mangrove di Pantai Walakiri Sumba Timur

Masyarakat dari berbagai lapisan menghiasi rumah mereka dengan diyas, lampu minyak dan lilin saat festival ini berlangsung.

Festival yang diselenggarakan selama lima hari berturut-turut ini memiliki dua latar sejarah yang berbeda bagi masyarakat India.

Di India Utara, Diwali dirayakan sebagai wujud syukur atas kembalinya Rama ke pangkuan Sintha setelah 14 tahun di pengasingan.

Sementara bagi masyarakat India Selatan, Diwali merupakan perayaan kemenangan Sri Khrisna atas Narakasura.

Diwali bagi masyarakat India juga merupakan perayaan untuk menandai akhir musim panen. Festival lampu ini dimanfaatkan masyarakat setempat untuk berterima kasih pada Dewi Lakshmi, dewi yang dipercaya memberikan kekayaan dan kemakmuran.

Setelah diselenggarakan selama lima hari, upacara adat ini akan ditutup dengan menyalakan petasan bersama.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
GEF SGP Indonesia merupakan salah satu lembaga yang dinilai turut membesarkan petani kopi tingkat lokal....
event | 16:09 WIB
Dalam kirab besok, Kerabat Keraton Solo KGPH Adipati Dipokusumo menjelaskan jumlah peserta kirab sekitar 5.000 orang....
event | 11:56 WIB
Bank Mandiri berencana memanfaatkan jaringan globalnya untuk memperkenalkan kearifan lokal Yogyakarta....
event | 12:28 WIB
Para pengunjung pun dapat berkesempatan untuk mendapat tiket undian dengan hadiah berlari di Berlin....
event | 10:38 WIB
Sebagai atlet profesional, joki menanggung risiko tinggi di setiap pertandingan....
event | 11:21 WIB
ARTJOG 2025 - Motif: Amalan, Dimulai 20 Juni!...
event | 13:49 WIB
Maskapai nasional, termasuk Garuda, Citilink, & Lion Air Group, diskon tarif tiket pesawat saat libur sekolah hingga 31 ...
event | 10:22 WIB
Bagi Anda yang tengah merencanakan liburan atau perjalanan bisnis, festival ini bisa menjadi momen tepat dapat penawaran...
event | 14:19 WIB
Desa Wironanggan, tepatnya di Kampung Karanglo, menjadi bagian dari Kampung Berseri Astra (KBA), program yang mengangkat...
event | 09:47 WIB
Di tangan warga Tabek, maggot bukan sekadar pengurai limbah, tetapi juga sumber penghasilan....
event | 09:25 WIB