Food

Dari Rindu Lahirlah Cokelat Monggo, Tanda Cinta dari Yogyakarta

Guideku.com mencoba The Chocolate Tasting Experience di Museum Cokelat Monggo.

Dany Garjito

Dari Rindu Lahirlah Cokelat Monggo, Tanda Cinta dari Yogyakarta. (Dok. Arkadia Digital Media)
Dari Rindu Lahirlah Cokelat Monggo, Tanda Cinta dari Yogyakarta. (Dok. Arkadia Digital Media)

Guideku.com - Hari Valentine telah tiba. Sudahkah kamu menyiapkan cokelat untuk sang pujaan hati?

Ngomong-ngomong soal cokelat, GuideKu.com baru-baru ini berkesempatan mengunjungi Cokelat Monggo.

Tiba di lokasi, Guideku.com telah disambut hangat oleh beberapa staf Museum Cokelat Monggo.

Usut punya usut, ternyata tempat ini merupakan museum cokelat pertama di Jogja lho, travelers.

Museum Cokelat Monggo. (Guideku.com/Arendya)
Museum Cokelat Monggo. (Guideku.com/Arendya)

 

Menurut Tri Widiantoro selaku koordinator museum, Museum Cokelat Monggo ini hadir atas ide dari Thierry Detournay yang bukan lain merupakan pemilik Cokelat Monggo.

Jatuh cinta dengan Yogyakarta, Thierry Detournay yang merupakan warga negara Belgia ini akhirnya memutuskan untuk tinggal di Indonesia.

Rasa rindu akan rasa cokelat Belgia inilah yang membuat Thierry Detournay, asal Belgia ini terinspirasi untuk membuat cokelat di Yogyakarta.

Kesuksesan Cokelat Monggo tak kemudian didapatkan secara instan melainkan melalui proses cukup panjang.

BACA SELENGKAPNYA: Menilik dan Mencicipi Uniknya Biji Kakao di Museum Cokelat Monggo

Museum Cokelat Monggo. (Guideku.com/Arendya)
Museum Cokelat Monggo. (Guideku.com/Arendya)

 

Tak hanya bisa mencicipi cokelat, di sini Guideku.com juga diajak untuk mengenal lebih dekat tentang sejarah cokelat ini.

Mulai dari sejarah cokelat pertama dari zaman Suku Maya, cokelat menjadi mata uang, sampai cokelat yang kita kenal sekarang.

BACA SELENGKAPNYA: Pernah Jadi Mata Uang, Begini Sejarah Panjang Cokelat di Dunia

(Arendya Nariswari)

Berita Terkait

Berita Terkini