Food

Segini Gaji Barista Versi Mikael Jasin, Indonesia Barista Champion 2019

Penasaran dengan gaji barista per bulan, ini jawabannya!

Dany Garjito

Mikael Jasin siap bertarung di kejuaraan barista dunia di Amerika Serikat, pada 11-14 April 2019. (Suara.com/Firsta Nodia)
Mikael Jasin siap bertarung di kejuaraan barista dunia di Amerika Serikat, pada 11-14 April 2019. (Suara.com/Firsta Nodia)

Guideku.com - Barista merupakan salah satu profesi yang tergolong diminati milenial. Lokasi kerja yang jauh dari kesan monoton dan kesempatan bertemu banyak orang merupakan alasan mengapa profesi ini diminati anak muda.

Lantas berapa sih gaji barista di Indonesia? Mikael Jasin selaku Indonesia Barista Champion 2019, membocorkan besaran gaji barista nih!

Menurut Mikael, gaji barista sejatinya sama dengan profesi lainnya. Ketika merintis dari awal tentunya akan disamakan dengan Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku di suatu daerah.

Untuk Jakarta misalnya upah minimum yang ditetapkan adalah Rp 3.9 juta. Maka sekitar itulah gaji barista Jakarta khusus pemula yang baru lulus SMA atau SMK.

"Tapi industri kopi terus berkembang pesat. Banyak orang nggak hanya jadi barista saja di coffee shop. Makin lama banyak sisi bisnis yang melingkupi coffee shop itu. Seiring itu pula pendapatannya bertambah," ungkap Mikael dalam temu media Champions’ Hub 2019 di Jakarta, Senin (4/3/2019), seperti dikutip dari Suara.com.

Mikael Jasin selaku Indonesia Barista Champion 2019 membocorkan gaji yang dimiliki barista. Berapa? (Suara.com/Firsta Nodia)
Mikael Jasin selaku Indonesia Barista Champion 2019 membocorkan gaji yang dimiliki barista. Berapa? (Suara.com/Firsta Nodia)

Mikael menambahkan, setelah jadi barista biasanya seseorang akan naik jabatannya menjadi manajer. Itu pun tergantung dari kemampuan barista, apakah terus mau belajar hal baru atau sudah terlanjur nyaman di belakang layar.

"Bisa ke marketing position yang kerjanya nggak di kafe lagi tapi perusahaan yang terkait dengan kopi. Jadi sebenarnya gajinya akan menyesuaikan skill atau kemampuan yang dimiliki seseorang. Kalau bikin hidup harus skill up. Kecuali emang senang jadi barista," katanya.

Mikael juga mengingatkan para milenial agar profesi barista jangan dilihat dari tampilannya saja tapi bagaimana bisa menjadi barista terbaik. Seperti profesi lainnya, menjadi barista juga memerlukan kerja keras.

"Tapi juga tetap harus bekerja keras dan banyak belajar. Jangan dipikir menjadi barista sebagai pilihan gampang. Kalau mau nyemplung itu belajar sedalam mungkin dan belajar untuk kompetisi. Jangan hanya luarnya saja," pungkasnya.

SUARA.com/Firsta Nodia

Berita Terkait

Berita Terkini