Food

Pasar Ini Pakai Daun Pisang untuk Membungkus Sayuran, Tujuannya Mulia

Pemakaian plastik di supermarket memang sudah berlebihan.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi Sayuran di Supermarket (Pixabay/dawnfu)
Ilustrasi Sayuran di Supermarket (Pixabay/dawnfu)

Guideku.com - Bicara soal belanja di supermarket, kita semua pasti sudah tak asing dengan keberadaan plastik pembungkus buah dan sayuran.

Baik di Indonesia maupun di luar negeri, masih banyak supermarket yang memilih menggunakan plastik untuk membungkus sayuran.

Pemakaian plastik memang dirasa lebih praktis dan cepat.

Meski demikian, plastik juga dapat mengotori lingkungan dan tidak mudah terurai. Berbagai masalah yang berkaitan dengan sampah plastik pun dapat dengan mudah kita temui.

Supermarket Bungkus Sayuran dengan Daun Pisang (facebook.com/Perfect Homes Chiangmai)
Supermarket Bungkus Sayuran dengan Daun Pisang (facebook.com/Perfect Homes Chiangmai)

Karena alasan itulah, sebuah supermarket di Thailand menjadi viral karena menggunakan metode baru untuk membungkus sayuran.

Ya, seperti dikutip dari Mothership, supermarket bernama Rimping ini memilih untuk membungkus sayur dengan daun pisang.

Meski tak mudah dan tentunya memakan banyak waktu, dapat dilihat bahwa semua sayuran di supermarket ini dibungkus atau diikat menggunakan daun pisang.

''Ini adalah foto yang kuambil karena kupikir ini adalah ide bagus. Aku terkejut ketika melihat foto-foto ini viral.''

Supermarket Bungkus Sayuran dengan Daun Pisang (facebook.com/Perfect Homes Chiangmai)
Supermarket Bungkus Sayuran dengan Daun Pisang (facebook.com/Perfect Homes Chiangmai)

Diketahui, foto itu pertama diambil oleh seseorang bernama Simon dan diunggah di akun Facebook Perfect Homes Chiang Mai.

Foto-foto sayuran dibungkus daun pisang itu pun juga mendapat banyak tanggapan positif dari netizen.

Supermarket Bungkus Sayuran dengan Daun Pisang (facebook.com/Perfect Homes Chiangmai)
Supermarket Bungkus Sayuran dengan Daun Pisang (facebook.com/Perfect Homes Chiangmai)

Namun, ada juga yang melihat bahwa sedikit plastik masih digunakan, begitu pula dengan selotip.

Merespons hal tersebut, banyak yang membela supermarket itu dan berkata bahwa setidaknya sudah ada langkah untuk mengurangi penggunaan plastik.

Wah, kira-kira bisa nggak ya ide ini diterapkan di Indonesia?

Berita Terkait

Berita Terkini