Food

Sempat Dikira Kebanyakan Minum Alkohol, Pengemudi Ini Ternyata Mabuk Durian

Kurang yakin, polisi lakukan tes darah kepada pengemudi ini.

Vika Widiastuti | Arendya Nariswari

Ilustrasi durian. (Pixabay/photosforyou)
Ilustrasi durian. (Pixabay/photosforyou)

Guideku.com - Tes breathalyzer atau uji pernapasan menjadi cara terbaik bagi polisi di sejumlah negara untuk menguji apakah pengendara mengalami mabuk akibat minum alkohol atau tidak.

Hal ini dilakukan demi menjaga jalanan tetap aman bagi pengguna lainnya.

Tampaknya, minuman beralkohol bukanlah satu-satunya yang bisa memengaruhi alat breathalyzer.

Dilansir Guideku.com dari laman World of Buzz, belum lama ini seorang pengemudi yang diduga terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol diberhentikan oleh beberapa petugas polisi di China.

Mereka curiga dan akhirnya memutuskan untuk melakukan tes breathalyzer.

Alat breathalyzer tersebut menunjukkan bahwa pengemudi pria ini mengonsumsi alkohol.

Polisi sempat bertanya, berapa banyak minuman beralkohol yang dikonsumsi oleh pria tersebut.

Sambil turun, pengemudi pria ini sedikit protes kepada polisi dengan nada cukup keras.

''Saya baru saja makan buah durian,'' ungkap pengemudi pria itu.

Ilustrasi tes breathalyzer pengemudi. (Pixabay/miguelrd68)
Ilustrasi tes breathalyzer pengemudi. (Pixabay/miguelrd68)

 

Karena kurang yakin, polisi akhirnya melakukan tes darah terhadap pengemudi pria ini.

Benar saja, hasil tes darah menunjukkan bahwa pria ini sama sekali tidak mengonsumsi alkohol.

Penasaran, beberapa polisi mencoba untuk mengonsumsi durian dan melakukan tes breathalyzer.

Ternyata, beberapa polisi ini terkejut saat melakukan tes usai makan durian.

Polisi ini menegaskan bahwa hasilnya, alat pembaca kandungan alkohol milik petugas meningkat hingga 36mg per 100ml.

Tiga menit berselang, polisi ini kembali melakukan tes serupa, dan benar saja alat breathlyser menunjukkan hasil negatif.

Kasus pengemudi mabuk durian ini sempat dikritik oleh beberapa netizen asal China.

Mereka bahkan menyarankan pihak kepolisian untuk meminta maaf kepada pria tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini