Food

Anti Repot, Turis AS Hanya Perlu ke McDonald's saat Paspornya Bermasalah

McDonald's Austria berikan layanan terbaru untuk para warga negara AS yang tengah melancong ke Austria.

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Ilustrasi McDonalds (Pixabay/akiragiulia)
Ilustrasi McDonalds (Pixabay/akiragiulia)

Guideku.com - Baru-baru ini publik dibuat kagum dengan layanan baru yang akan diterapkan gerai restoran cepat saji McDonald's di Austria.

Tidak sekadar menyediakan makanan, kini McDonald's di Austria akan jadi kedutaan kecil untuk turis Amerika.

Dilansir GuideKu.com dari laman Fox News, Kamis (16/5/19), mulai 15 Mei, turis asal Amerika yang mengalami masalah atau kehilangan paspor akan dibantu di McDonald's wilayah Austria.

Hal ini dilakukan karena restoran cepat saji biasanya jadi tujuan para turis ketika mereka kehilangan paspor.

Melalui Facebook, Kedutaan Besar AS di Wina mengumumkan perihal tersebut.

Pengumuman juga disertai potret Trevor Traina yang menjabat sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Austria.

Dari foto yang diunggah, Traina tampak menandatangani kesepakatan bersama Isabelle Kuster, kepala McDonald's di Austria.

Keduanya juga tampak menikmati secangkir kopi McCafe.

Trevor Traina tanda tangani kerja sama untuk layanan terbaru McDonalds di Austria. (Facebook/U.S Embassy Vienna)
Trevor Traina tanda tangani kerja sama untuk layanan terbaru McDonalds di Austria. (Facebook/U.S Embassy Vienna)

"Warga negara Amerika yang bepergian di Austria dan mengalami kesulitan untuk menghubungi Kedutaan Besar AS mulai Rabu 15 Mei 2019 dapat pergi ke McDonald's di Austria. Para staf akan membantu melakukan kontak dengan Amerika Serkat. Kedutaan untuk layanan konsuler (misal laporan paspor hilang, dicuri atau bantuan perjalanan)," tulis pesan di dalam postingan akun Facebook U.S. Embassy Vienna tersebut.

Kepada Independent, juru bicara McDonald's, Wilhel Baldia juga mengungkapkan bahwa mereka menerima permintaan Konsulat Amerika Serikat terkait sejumlah alasan.

"Pertama mungkin karena ketenaran merek McDonald's di kalangan orang Amerika, dan kedua karena banyaknya cabang McDonald's di Austria," pungkas Wilhel Baldia.

Berita Terkait

Berita Terkini