Food

Pesan Makanan di Pesawat, Penumpang Ini Malah Gagal Liburan

Sedih, wanita ini terpaksa istirahat total saat liburan.

Dany Garjito | Arendya Nariswari

Ilustrasi salad sayur. (Pixabay/JillWellington)
Ilustrasi salad sayur. (Pixabay/JillWellington)

Guideku.com - Baru-baru ini dunia maya digemparkan dengan kabar seorang penumpang pesawat keracunan usai santap makanan di pesawat.

Dilansir GuideKu.com, Selasa (21/5/19) dari laman The Sun, wanita bernama Karen Davies ini rencananya sedang dalam penerbangan British Airways menuju Las Vegas untuk merayakan ulang tahunnya yang ke 40 tahun.

Saat sedang dalam perjalanan, Karen memutuskan untuk memesan menu salad di pesawat.

Sayang, ternyata salad spesial ala British Airways yang dipesannya berjamur dan Karen terlanjur memakannya sebagian.

"Aku sangat terkejut, kru kabin membawakan salad berjamur kepadaku, namun aku tidak memperhatikan di awal," ungkap Karen kepada The Sun.

Saat Karen memanggil kru kabin kembali, mereka meminta maaf dan mengatakan bahwa salad tersebut ternyata sudah dibuat dua hari yang lalu.

Tiba di hotel, Karen mulai merasa tidak enak badan dan mengalami muntah-muntah dan sakit perut pada hari pertama liburannya.

Ilustrasi sakit ginjal. [Shutterstock]
Ilustrasi sakit perut. [Shutterstock]

"Aku menelepon resepsionis hotel untuk meminta dokter setelah 30 jam sakit karena aku sangat khawatir," imbuh Karen.

Pihak hotel kemudian mengirimkan paramedis ke kamar dan menyarankan Karen dirawat di rumah sakit.

Tim paramedis mengatakan bahwa Karen mengalami keracunan makanan.

Tak mau menghabiskan liburannya di rumah sakit, akhirnya Karen tetap menunggu dalam kamar hotel dengan tetap terus dipantau tim paramedis.

Selama tiga hari Karen menghabiskan waktu di kamar hotel dan mengalami muntah-muntah akibat salad berjamur tersebut.

"Kami menabung selama satu tahun untuk perjalanan ini, sebagai gantinya aku hanya bisa terbaring di tempat tidur dan tidak bisa minum sampanye dari hotel," ungkap Karen sambil mengeluh.

Dalam kurun waktu empat hari, Karen belum juga menerima apa pun dari pihak maskapai.

Tidak lama kemudian juru bicara British Airways memberikan konfirmasi terkait peristiwa tersebut.

"Kami telah menghubungi pelanggan untuk meminta maaf dan segera menyelidiki hal ini dengan pemasok kami," kata juru bicara British Airways seperti dikutip dari The Sun.

"Kesejahteraan pelanggan adalah prioritas kami, dan kami akan lebih memantau panduan ketat terkait pemyimpanan, persiapan dan konsumsi makanan di pesawat," imbuhnya.

Berita Terkait

Berita Terkini