Food

Selain Gurita Hidup, 5 Kuliner Korea Selatan Ini Tak Kalah Ekstrem

Berikut deretan kuliner ekstrem di Negeri Ginseng.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Sannakji, Kuliner Ekstrem dari Korea (eatinkorea.com)
Sannakji, Kuliner Ekstrem dari Korea (eatinkorea.com)

Guideku.com - Video Ria Ricis yang menampakkan dirinya menjajal sannakji atau gurita hidup dari Korea Selatan baru-baru ini mendapat kritikan dari Garda Satwa Indonesia.

Video itu pun lantas banyak dibicarakan oleh warganet, tak terkecuali kuliner ekstrem yang ditampilkan di dalamnya.

Padahal, perlu diketahui bahwa memakan seafood dalam keadaan mentah atau hidup-hidup merupakan hal yang wajar di Korea Selatan.

Sannakji sendiri bisa dimakan dalam keadaan terpotong-potong meski tentakel gurita masih akan bergerak. Di sisi lain, beberapa orang yang lebih berani biasanya memakan gurita tersebut dalam keadaan utuh.

Kuliner sannakji juga terkenal ekstrem karena siapa pun yang memakannya harus mengunyah gurita tersebut hingga lembut sebelum menelan. Jika tidak, sannakji dapat menyebabkan kematian karena tersedak.

Nah, selain sannakji, Korea Selatan ternyata juga masih punya aneka kuliner ekstrem lain. Dirangkum GuideKu.com dari berbagai sumber, inilah deretan kuliner ekstrem Korea Selatan.

1. Gaebul

Kuliner Ekstrem Korea Selatan (Wikipedia Commons)
Gaebul (Wikipedia Commons)

Gaebul adalah contoh kuliner seafood lain yang dimakan mentah-mentah. Gaebul sendiri adalah cacing sendok atau sejenis binatang laut yang banyak ditemukan di pasar ikan Korea.

Cacing sendok ini memiliki bentuk panjang dan kerap disebut "ikan penis" karena memiliki manfaat meningkatkan libido.

Gaebul sendiri biasa dimakan dalam keadaan mentah dan hidup, dan masih akan bergerak meski sudah dipotong-potong.

2. Soondae

Kuliner Ekstrem Korea Selatan (Wikipedia Commons)
Soondae (Wikipedia Commons)

Soondae adalah semacam sosis yang populer di Korea Selatan dan dibuat dari campuran mie bihun, beras ketan, dan darah babi.

Kerap disebut dengan nama sosis darah, bahan-bahan tersebut nantinya akan dimasukkan ke dalam selongsong usus dan direbus.

Selain dimakan langsung, soondae juga kadang dibuat sup atau yang biasa disebut soondae-guk.

3. Hongeo

Kuliner Ekstrem Korea Selatan (Wikipedia Commons)
Hongeo (Wikipedia Commons)

Skate adalah jenis ikan yang memiliki bau sangat kuat dan mirip seperti urine. Namun, di Korea Selatan, fermentasi ikan skate menjadi salah satu kuliner yang dinikmati.

Hongeo atau fermentasi ikan skate ini biasanya disajikan dengan kimchi dan bossam (daging babi rebus), atau makgeolli (wine dari beras).

Untuk memakannya, disarankan agar kita bernapas lewat mulut dan tidak menggunakan hidung karena baunya yang sangat kuat.

4. Bokjili

Kuliner Ekstrem Korea Selatan (Wikipedia Commons)
Bokjili (Wikipedia Commons)

Bokjili adalah kuliner yang bersaudara dengan makanan Jepang bernama Fugu. Ya, nama ini mungkin sudah tidak asing karena Fugu adalah kuliner yang terbuat dari ikan buntal.

Di Korea, ikan buntal dimasak menjadi bokjili atau sejenis sup ikan. Bokjili dibuat dengan cara membuat kaldu ikan buntal, kemudian dicampur dengan cabai dan rempah.

Banyak yang menyebutkan jika tekstur ikan ini lembut dan seperti permen kapas. Meski begitu, hanya koki yang berpengalaman dan punya izin saja yang dibolehkan memasak ikan buntal.

5. Beondaegi

Kuliner Ekstrem Korea Selatan (Wikipedia Commons)
Kuliner Ekstrem Korea Selatan (Wikipedia Commons)

Terakhir, ada beondaegi atau kepompong ulat sutra yang dimasak dengan cara direbus atau dikukus.

Beondaegi biasanya disajikan dalam gelas kertas, kemudian disantap bersama dengan alkohol.

Saking populernya, beondagi dapat ditemukan dijual baik di jalanan Korea Selatan maupun di supermarket dalam bentuk kalengan.

Berita Terkait

Berita Terkini