Food

Berkat Penerbangan Perintis, Harga Beras di Pedalaman Papua Rp 500 Ribu

Sebelumnya harga beras di pedalaman Papua cukup mahal sekitar Rp 800 ribu per 25 Kg.

Dany Garjito

Petugas menata beras jenis medium saat peluncuran Operasi Pasar di Pasar Induk Beras, Jakarta Timur, Kamis (22/11). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)
Petugas menata beras jenis medium saat peluncuran Operasi Pasar di Pasar Induk Beras, Jakarta Timur, Kamis (22/11). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Guideku.com - Penerbangan perintis kargo yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah dilakukan di sejumlah wilayah terpencil Indonesia, seperti wilayah pegunungan Papua di mana satu-satunya akses transportasi hanya lewat udara.

Kini penerbangan tersebut berdampak positif bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan, salah satu manfaat adanya penerbangan perintis kargo ini adalah menurunnya harga kebutuhan pokok di wilayah Pegunungan Papua, salah satunya harga beras.

Polana menuturkan, sebelum adanya penerbangan perintis di wilayah Pegunungan Papua disparitas harga untuk kebutuhan pokok cukup tinggi, tapi sekarang dengan adanya penerbangan perintis kargo tersebut disparitas harga bisa dikurangi.

"Tahun lalu dengan adanya penerbangan perintis ini disparitas harga di wilayah tersebut menurun hingga 40 sampai 50 persen," kata Polana di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (9/1/2020), seperti dikutip dari Suara.com.

Polana mencontohkan seperti di wilayah Oksibil, Tarangop, Kawor, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua harga beras di daerah tersebut cukup mahal sekitar Rp 800 ribu per 25 Kg.

"Tapi tadi kita lihat sekarang itu harga beras sudah cukup turun dari Rp 800 ribu menjadi Rp 500 ribu," katanya.

Dirinya pun berharap bahwa dengan adanya penerbangan kargo yang biayanya disubsidi oleh Ditjen Perhubungan Udara tersebut, diharapkan disparitas harga barang kebutuhan pokok di sejumlah wilayah pegunungan Papua bisa jauh lebih murah dan terjangkau. Hal ini agar harga-harga tersebut setaraf dengan daerah lain di Indonesia.

Polana menyebut di wilayah Papua sendiri memang paling banyak adanya penerbangan perintis baik penumpang dan kargo, karena kontur wilayah Papua hampir seluruhnya adalah pegunungan sehingga satu-satunya akses transportasi hanyalah lewat udara.

Di Papua sendiri ada sekitar 9 Koordinator Wilayah yang melayani 116 rute penerbangan perintis sementara untuk penerbangan perintis kargo sebanyak 22 rute penerbangan.

SUARA.com/Mohammad Fadil Djailani

Berita Terkait

Berita Terkini