Food

Konsumsi Junk Food 2 Minggu Penuh, Perut Pria Ini Hampir Meledak

Mahasiswa ini ungkap betapa buruknya dampak mengonsumsi rutin junk food bagi kesehatan mental.

Yasinta Rahmawati | Arendya Nariswari

Ilustrasi Kentang Goreng (Pixabay)
Ilustrasi Kentang Goreng (Pixabay)

Guideku.com - Junk food alias makanan cepat saji menjadi salah satu solusi bagi sebagian besar orang di sejumlah negara. Namun, belakangan seorang pria merasakan perutnya nyaris meledak usai mengonsumsi junk food selama 2 minggu berturut-turut.

Dikutip Guideku.com dari laman Daily Mail, Rabu (26/2/2020), eksperimen berbahaya ini rupanya memang awalnya sengaja dilakukan oleh mahasiswa asal Liverpool, Inggris, bernama Marc Cox.

Pria berusia 21 tahun ini merasa kesehatan mentalnya terganggu hingga tubuhnya terasa sangat lemas usai memakan junk food selama 2 minggu.

Dirinya ingin membuktikan lewat acara dokumenter BBC mengenai dampak junk food yang terbilang sering disantap oleh generasi anak muda belakangan ini.

Ilustrasi burger. (Pixabay/Fotorech)
Ilustrasi junkfood. (Pixabay/Fotorech)

"Pada awalnya terasa biasa, sebab kami tak perlu memasak. Tapi pada hari ke-5, saya mulai merasakan letih dan lelah. Kami harus makan doner kebab untuk makan malam, rasanya sungguh tak enak. Saya langsung jatuh sakit pada waktu itu," sebut Marc.

Ketika eksperimen berakhir, Marc tentu melakukan check up dan menemukan fakta mengejutkan. Setelah mengonsumsi junk food selama 2 minggu, gula darahnya meningkat drastis.

Junk food, menurut Marc juga berdampak buruk untuk kesehatan mental seseorang.

"Saya seakan ingin berhenti, menyerah dari eksperimen ini karena rasanya perut seperti akan meledak," imbuh Marc saat kisah eksperimen junk food tersebut ditayangkan.

Berita Terkait

Berita Terkini