Food

Mengenal Tradisi Ramadan di Kazakhstan, Makan Besar Hingga Plov

Mereka yang berbuka puasa dan salat Magrib di masjid biasanya akan dijamu di tempat.

Silfa Humairah

Ilustrasi makan bersama. (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi makan bersama. (Pixabay/Free-Photos)

Guideku.com - Mengenal Tradisi Ramadan di Kazakhstan, Makan Besar Hingga Plov.

Kazakhstan merupakan negara dengan mayoritas umat muslim, sekitar 70 persen dari populasinya merayakan Ramadan. Saat datang bulan Ramadan seperti sekarang, warga Muslim Kazakhstan kembali menjalani tradisi dan budaya Ramadan yang sudah berjalan berabad-abad.

Mulai dari membersihkan mesjid bersama sebelum menggelar salat tarawih. Di Kazakhstan terdapat banyak masjid yang sangat indah dan cantik misalnya Masjid Nur-Astana di ibukota, Central Mosque Almaty, dan Masjid Becket Ata yang dibangun di bawah tanah pada abad ke-17 yang selalu ramai baik warga sekitar hingga turis yang khusus datang di bulan Ramadan untuk merasakan suasana Ramadan di sana.

Tradisi yang sering dilakukan oleh orang Kazakhstan adalah berbuka bersama di mesjid dengan mendengarkan ceramah dan tadarus Al – Q’uran bersama.

Setelah itu mereka berbuka pada jam 10 malam hanya memakan 3 Kurma, teh manis  atau Compot (sejenis minuman buah), dan makan Plov (nasi dengan daging kambing) bersama.

Plov merupakan nasi yang dihidangkan bersama dengan daging domba (terkadang daging sapi), bawang bombay, dan wortel.

Kumiss, minuman susu kuda yang difermentasi adalah minuman yang populer di antara warga muslim Kazakhstan saat Ramadan. Proses fermentasi membuang laktosa dari dalam susu dan menjadikannya alternatif yang baik dari susu sapi.

Selain Kumiss, ada juga Shubat yang dibuat dari susu unta yang dibuat dengan cara yang sama. Keduanya dikenal memiliki manfaat kesehatan.

Uniknya yang menyiapkan makan untuk berbuka biasanya anak remaja, karena untuk menghormati yang lebih tua.

Berita Terkait

Berita Terkini