Food

Isu Daging Oplosan, Ini Cara Bedakan Daging Sapi Segar dan yang Dicampur

Seperti belum lama ini di Bandung, Jawa Barat, heboh soal daging sapi oplosan, yang dicampur dengan daging babi.

Silfa Humairah

Daging Sapi. (Pixabay/cegoh)
Daging Sapi. (Pixabay/cegoh)

Guideku.com - Isu Daging Oplosan, Ini Cara Bedakan Daging Sapi Segar dan yang Dicampur.

Sajian olahan daging seperti rendang menjadi menu Lebaran yang banyak dimasak umat muslim di Hari Raya. Namun, apa jadinya jika ada campuran dilakukan oleh pedagang nakal saat pembeli membeli daging.

Seperti belum lama ini di Bandung, Jawa Barat, heboh soal daging sapi oplosan, yang dicampur dengan daging babi.

Kejadian ini pasti membuat banyak orang khawatir, terlebih warga muslim yang sebentar lagi merayakan hari Lebaran akan membeli daging untuk sajian khas Lebaran.

Kekhawatiran ini terjadi lantaran banyak yang belum memiliki pengetahuan atau keterampilan dalam memilih daging. Menanggapi kekhawatiran ini, bagaimana cara membedakan daging sapi murni dan daging sapi yang dioplos daging babi?

Kepada Suara.com, Corporate Executive Chef Prasanthi Hotels and Resorts, Bahran, memberikan 5 tips atau cara membedakan daging sapi dengan daging babi.

1. Dilihat dari warnanya
Ia mengatakan penting untuk melihat dari warna daging. Daging babi ternak maupun babi hutan sama-sama berwarna merah, tapi biasanya lebih pucat dari daging sapi. Daging sapi cenderung berwarna merah segar.

"Kalau daging (babi) itu merah tapi nggak merah. Mirip-mirip pink tapi tua itu, babi hutan sama pink tapi agak tua. Kalau sapi kan merahnya merah cerah," ungkapnya.

Daging merah, daging mentah. (Shutterstock)
Ilustrasi daging sapi warnanya merah cerah. (Shutterstock)

2. Lihat serat atau pori-pori daging
Bisa dilihat juga dari pori-pori daging antara babi dan sapi. Meski agak sulit dan cenderung sama, tapi kita harus belajar cermat. Kalau daging babi pori-pori cenderung halus, sedangkan daging sapi cenderung berserat.

"Kalau dipegang hampir sama, kalau babi pori-porinya cenderung halus, kalau sapi kelihatan kalau warnanya lebih cerah," ungkapnya.

Selain itu, sambung Bahran, daging oplosan meski warna yang tampak dari luar sama seperti daging sapi murni, tetapi warna dalamnya berubah. "kelihatan merah, tapi pas dipotong warna gelap," bebernya.

3. Aroma daging
Bisa juga dari sisi bau atau aroma dagingnya. Chef Bahran yang sudah keliling dunia ini juga mengungkap, aroma pada daging babi cenderung amis atau anyir seperti ikan. Sedangkan aroma daging sapi aromanya khas daging sapi dan tidak amis.

"Dua-duanya babi hutan sama babi piaraan (ternak) itu cenderung amis, kalau sapi ada aroma khas sapi," paparnya.

4. Pilih daging sapi utuh
Agar tidak tertipu, Bahran juga menganjurkan untuk membeli daging sapi yang masih utuh, bukan daging yang sudah dipotong-potong, karena ini sangat berisiko.

"Jangan sekali-kali beli daging yang sudah dipotong-potong di pasar, karena takut daging oplosan dicampur daging babi, karena kalau sidah dioplos, bau daging sapi akan menutupi bau daging babi kalau dicampur," tegasnya.

5. Jangan tergiur harga murah
Bahran juga mengingatkan agar tidak mudah tergiur apabila ada penjual yang menawarkan daging sapi dengan harga di bawah rata-rata alias harga murah.

Itulah lima tips atau cara membedakan daging sapi dan daging babi.Semoga bermanfaat! (Dini Afrianti)

Berita Terkait

Berita Terkini