Food

Angkat Penyakit Mental untuk Tema Kafe,Warganet: Bikin Nggak Nafsu

Mulai dari nama hingga menu, kafe ini berkaitan erat dengan penyakit mental.

Arendya Nariswari | Hiromi Kyuna

Ilustrasi kafe. (Pixabay/Adrien Olichon)
Ilustrasi kafe. (Pixabay/Adrien Olichon)

Guideku.com - Keberadaan kafe maupun tempat nongkrong cukup marak di tengah masyarakat. Hal ini membuat setiap kafe bersaing untuk memiliki sisi unik agar pengunjung tertarik.

Meski demikian, berhati-hati cukuplah penting saat ingin memunculkan sisi unik. Pasalnya, hal yang dirasa unik tersebut belum tentu akan diterima oleh masyarakat.

Contohnya seperti pada unggahan akun Twitter @txtfrombrand. Dalam foto yang diunggah, tampak sebuah restoran dengan nama Mental Illness Coffe and Eatery Utan Kayu.

Mental Illness sendiri memiliki arti penyakit mental dan tengah menjadi perhatian banyak orang. Restoran ini rupanya dianggap cukup meresahkan bagi sejumlah orang.

Mental Illness Coffee and Eatery ini juga membuat nama menu dengan tema penyakit mental. Menu tersebut diantaranya affogatto OCD, black tea insomnia, press U trauma, lemon tea genophobia, panic milk tea, bahkan vanila sex addict.

Pada cuitan ini terdapat tangkapan layar seorang warganet yang merasa jengah dengan keberadaan kafe tersebut. Hal ini lantaran nama kafe dan juga menu yang tersedia dirasa tak pantas serta dapat memicu orang dengan penyakit mental.

Buat menu berkaitan dengan penyakit mental, kafe ini buat warganet geram (Twitter @txtfrombrand)
Buat menu berkaitan dengan penyakit mental, kafe ini buat warganet geram (Twitter @txtfrombrand)

Ia memutuskan untuk tak tinggal diam dan membuat laporan agar restoran ini mendapatkan sanksi. Salah satu pelaporan yang ia lakukan adalah melalui salah satu layanan ojek online.

Pelaporan yang dilakukan sejumlah orang ini bahkan membuat kafe ini tak muncul di Google Maps. Pelapor mengaku tak mengerti kenapa kafe tersebut mendapat izin usaha.

"Penyakit mental dijadikan nama makanan dan minuman, Anda serius? Saya sangat marah," tulis orang tersebut.

Cuitan ini pun mendapat banyak perhatian warganet. Beragam respon pun dilontarkan atas cuitan ini.

"Sebenernya ini bisa buat sarana edukasi yg lebih gampang ngena soal mental illness ke publik, tapi nama kedainya bikin aku nggak sreg. Dan jujur nama mental illness disandingin sama makanan malah bikin nggak nafsu dan para penderita bisa ke-trigger," komentar seorang warganet.

Warganet lain ikut berkomentar. "Sebenernya kalo dibranding dengan baik bakal keren sih idenya, tapi ya gitu deh," ujar warganet ini.

Sementara itu, hanya dalam hitungan jam cuitan ini sudah disukai sebanyak lebih dari 450 akun.

Berita Terkait

Berita Terkini