Hampir 50 Tahun Jadi Pendeta, Pria Ini Ucap Syahadat dan Ganti Nama Jadi Abdul Rahman

Setelah hampir 50 tahun mengabdi di gereja, seorang pendeta mengambil keputusan yang dianggap gila oleh jemaatnya. Dia pindah memeluk Islam, bahkan mengganti namanya.

Reza Sulaiman
Sabtu, 12 Juli 2025 | 07:10 WIB
Hampir 50 Tahun Jadi Pendeta, Pria Ini Ucap Syahadat dan Ganti Nama Jadi Abdul Rahman

Hampir 50 Tahun Jadi Pendeta, Pria Ini Ucap Syahadat dan Ganti Nama Jadi Abdul Rahman

guideku.com - Setelah hampir 50 tahun mengabdi di gereja, seorang pendeta mengambil keputusan yang dianggap gila oleh jemaatnya. Dia pindah memeluk Islam, bahkan mengganti namanya.

Kedengarannya kayak plot film, kan? Tapi ini kisah nyata yang dialami Gould David, seorang pendeta terhormat dari Australia yang kini mualaf dan memilih nama baru, Abdul Rahman.

Siapa Sih Gould David Ini?

Sebelum kita lanjut, penting buat tahu kalau Gould David ini bukan orang sembarangan. Selama lebih dari empat dekade, jubah dan mimbar gereja itu udah kayak kulit keduanya. Sehari-hari dia membaptis jemaat, memimpin ibadah, dan memberikan khotbah. Dia adalah seorang sarjana teologi yang udah khatam banget sama kitab suci agamanya.

Tapi di balik semua itu, ada sebuah rasa penasaran yang nggak pernah benar-benar padam. Sebuah pencarian buat memahami Tuhan dengan cara yang lebih utuh.

Pencarian yang Berawal dari Rasa Penasaran Akademis

Pencarian Gould ini bukan karena dia tiba-tiba nggak percaya sama agamanya. Justru sebaliknya. Ini berawal dari rasa penasaran intelektual.

Sebagai bagian dari studinya, dia mulai mempelajari teks-teks agama lain, termasuk Al-Quran. Awalnya, sih, murni buat studi banding, buat tahu gimana cara orang lain memandang Tuhan.

"Setiap momen adalah bagian dari perjalanan panjang yang Tuhan rancang untuk saya, sebuah fondasi pengetahuan yang justru membuat saya mampu mengenali kebenaran saat ia datang menyapa," tutur Abdul Rahman, mengenang perjalanannya.

Artinya, semua ilmu yang udah dia kumpulin puluhan tahun sebagai pendeta itu justru jadi 'kacamata' yang bikin dia bisa melihat semuanya dengan lebih jernih.

Saat Al-Quran Mulai 'Berbicara' Langsung ke Hatinya

Dia menghabiskan waktu bertahun-tahun membaca Al-Quran. Tapi kali ini bukan lagi sebagai seorang pengamat kritis, melainkan sebagai seorang pencari yang tulus.

Ayat demi ayat dia resapi, dan perlahan, stereotip dan kesalahpahaman tentang Islam yang mungkin pernah ada di benaknya mulai runtuh.

Baca Juga: Niat Pamit Kerja, Suami Malah Pergoki Istri di Kamar Mandi Bareng Bos Sayur

Dia menemukan jawaban-jawaban logis atas pertanyaan teologis yang selama ini menggantung di kepalanya. Jawaban yang menurutnya disajikan dengan cara yang "sangat logis, puitis, dan menyentuh langsung ke inti jiwa."

Momen 'Jleb' di Surah Al-Ikhlas

Titik baliknya datang di suatu malam yang sunyi. Setelah selesai membaca Surah Al-Ikhlas, hatinya seolah dihantam sesuatu yang luar biasa. Konsep keesaan Tuhan yang mutlak (Tauhid), yang murni tanpa kompromi, terasa begitu membebaskan.

"Saya telah menghabiskan seumur hidup mencari Tuhan dalam koridor-koridor teologi yang terkadang rumit dan berliku," tuturnya.

"Namun saat saya benar-benar menyerah dan membuka hati pada Alquran, rasanya seperti semua kabut terangkat. Tuhan tidak lagi terasa jauh dan abstrak, melainkan dekat, personal, dan sangat jelas dalam firman-Nya."

Saat itulah dia sadar, hatinya sudah menemukan rumah.

Lahirnya 'Abdul Rahman', Hamba Yang Maha Pengasih

Tanpa ragu sedikit pun, ia akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat. Momen itu, kata dia, adalah momen pembebasan yang sangat mengharukan. Untuk menandai babak baru hidupnya, ia memilih nama baru: Abdul Rahman, yang artinya "Hamba dari Yang Maha Pengasih."

"Mengganti nama bukanlah tentang menghapus siapa Gould David, tapi ini tentang menyempurnakan perjalanan hidupnya," ucapnya.

Nama itu jadi pengingat hariannya tentang tujuan hidup yang baru ia temukan.

Kisah Abdul Rahman ini jadi bukti kalau perjalanan spiritual itu sangat personal dan bisa datang dengan cara yang paling nggak kita duga. Sebuah pengingat bahwa nggak ada kata terlambat untuk menemukan kedamaian sejati.

×
Zoomed
TERKINI
Kalau kamu pikir pesta sweet seventeen-mu dulu udah paling heboh, kamu harus lihat perayaan ulang tahun ke-17 Almira Tun...
lifestyle | 15:15 WIB
Sepertinya Pinkan Mambo benar-benar serius mau jadi "ratu" di dunia kuliner kontroversial. Ia jual kangkung balacan seha...
lifestyle | 13:15 WIB
Muncul babak baru yang jauh lebih serius dan menyeret Ridwan Kamil dan model Lisa Mariana ke dalam pusaran kasus korupsi...
lifestyle | 10:18 WIB
Di tengah hebohnya kasus visa haji yang bikin banyak orang gagal berangkat ke Tanah Suci, termasuk Ruben Onsu sampai Teu...
lifestyle | 18:30 WIB
Ariel NOAH curhat soal aturan royalti bikin was-was, tapi Ahmad Dhani malah nyindir Ariel "manja banget". Simak selengka...
lifestyle | 13:15 WIB